Pemkot Bangun Skala Kawasan Untuk Atasi Pemukiman Kumuh

0
5
Kadis DPKPP Kota Pagaralam bersama rombongan Satker PKP Sumsel dan Korkot Kotaku tatap muka dengan Walikota Pagaralam, Minggu (20/1). foto efvhan/palpos.id

PAGARALAM – Percepatan pembangunan mengatasi kawasan kumuh terus dilakukan Pemkot Pagaralam melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pagaralam. Mertempat di Ruang Rapat Besemah III Setdakot, rombongan Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumsel, tatap muka dengan Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH, Minggu (20/1).

Perwakilan Satker PKP Sumsel, Robinson, didampingi Kepala DPKPP Kota Pagaralam, A Parliansyah, mengatakan kunjungan ini sebagai koordinasi dengan Walikota, perihal Kota Pagaralam merupakan salahsatu kota yang direncanakan sasaran pengembangan kawasan pemukiman.

“Sekaligus mengenalkan rencana kegiatan mengenai pembangunan skala kawasan lingkungan pemukiman kumuh,” kata dia.Parlin juga mengatakan, mengatasi persolan kumuh, sebenarnya sudah berjalan melalui program kotaku. “Hanya saja untuk wilayah pembangunannya kecil di lingkungan kelurahan,” katanya.

Sementara, skala kawasan ini nantinya, pembangunan dalam hal ini pembenahan infratrukturnya mencakupi wilayah kecamatan. “Rencananya dua kecamatan (Pagaralam Selatan dan Utara, red) menjadi sasaran zona pembangunan skala kawasan ini,” sebutnya.

Pelaksanaannya nanti lanjut Parlian, saat ini tengah mempersiapkan dokumen lingkungan, yakni masterplan-nya. “Yang jelas, dengan adanya bantuan dana pembangunan ini, Pemkot dalam hal ini pihak dinas, akan mempersiapkan segala sesuatunya agar pembangunan skala kawasan, bisa terealiasi guna mendukung pembangunan di Kota Pagaralam,” ucapnya.

Sementara Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH merespon positif kedatangan tim Satker PKP Sumsel yang bermisi adanya pembangunan skala kawasan lingkungan di Kota Pagaralam. “Untuk diketahui, Pagaralam anggarannya minim. Perlu adanya tambahan dana dari luar untuk mendukung pembangunan di Pagaralam,” sebutnya.

Tantangan membenahi infrastruktur di Pagaralam, ada beberapa tempat (kumuh, Red), infrastrukturnya sangat minim dan sarananya tidak mendukung. “Dengan adanya rencana pembangunan ini, anggaran APBD bisa diprogramkan untuk pembangunan lainnya,” ujar Alpian. (cw08)