Dituntut Jaga Integritas dan Professional

Para mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Lubulklinggau melakukan aksi damai di Halaman KPU setempat menuntut integritas badan penyelenggara pemilu tersebut, Senin (21/1). foto: mar/palpos.id

LUBUKLINGGAU –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau dituntut menjaga integritas dan profesionalisme dalam melaksanakan tugasnya Tuntutan itu disampaikan langsung sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lubuklinggau, saat melakukan aksi damai di halaman kantor KPU setempat, Senin (21/1).

Dalam orasinya koordinator aksi, Syarifudin, menyatakan bahwa suksesnya pesta demokrasi berada di tangan KPU. Karena KPU yang berkualitas mampu menciptakan pemimpin harapan masyarakat. Untuk itu, KPU harus menyukseskan setiap pelaksanaan pemilihan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Kami meminta KPU sebagai penyelengara pemilu untuk melaksanakan tugasnya sesuai Undang-Undang (UU) No 7 tahun 2017 tentang Pemilu,” kata Saripudin selaku koordinator lapangan.

Menanggapi hal itu, ketua KPU Kota Lubuklinggau, Topandri, didampingi Devisi Data dan Informasi, Vera Yulita, dan Devisi Hukum, Riko Saputra, mengatakan kalau pihaknya telah berkomitmen untuk menyukseskan Pemilu 2019. Hal itu telah dibuktikan dengan adanya tahapan demi tahapan yang telah dilaksanakan KPU Kota Lubuklinggau, meskipun baru dilantik pada 7 Januari 2019 lalu.

“Kami telah melakukan berbagai terobosan untuk menyukseskan Pemilu 2019,” ujar Topan. Diantaranya, perekaman e-KTP untuk warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Lubuklinggau, serta perekrutan relawan demokrasi yang sudah dilakukan beberapa hari lalu.

“Kami telah melaksanakan tugas sesuai prosedur, dan apa tuntutan dari pengurus cabang HMI Lubuklinggau, merupakan tupoksi kami, dan telah kami laksanakan sejak dilantik sebagai komisioner KPU Kota Lubuklinggau,”jelasnya.

Mengenai integritas, ditegaskan Topan, tidak perlu diragukan lagi karena integritas dari para komisioner KPU Kota Lubuklinggau telah teruji dan terbukti, dengan lulusnya mereka sebagai penyelengara pemilu. Sebab, syarat yang harus dipenuhi mereka sebagai penyelengara pemilu adalah, tidak terlibat dalam kepengurusan Partai Politik (Parpol) lima tahun berturut-turut. Kemudian, tidak sedang menjalani hukuman diatas lima tahun, yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak sedang dihukum dari Pengadilan Negeri, termasuk SKCK dari kepolisian.

“Mengenai integritas, tidak perlu diragukan lagi karena kami telah teruji dan terbukti,” tegas Topan. Selain itu, tambah Topqn, dirinya juga pernah menjabat sebagai komisioner KPU Kota Lubuklinggau periode 2009-2014.

“Jadi, sudah cukup paham dalam melaksanakan tugas sebagai penyelengara pemilu,”katanya. Sebaliknya, dikatakan Topan, mahasiswa khususnya HMI Cabang Lubuklinggau diminta untuk berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu 2019. “Seperti, mengajak masyarakat untuk mengunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang, serta memberikan pendidikan politik agar masyarakat menolak  money politik,” pungkasnya. (yat)