Turki Ambil Alih Kota Manbij, Suriah, Pasca Tewasnya 4 Warga AS

0
2
Kendaraan tentara Rusia berpatroli di daerah Arimah, di sebelah barat Manbij, kota utara dekat perbatasan Turki di mana sehari sebelum serangan bunuh diri di sebuah restoran menewaskan empat personel AS. Foto: indopos

TURKI mengambil alih keamanan Manbij, Suriah pasca tewasnya empat warga Amerika Serikat dalam pengeboman yang diklaim oleh ISIS. Hal tersebut dikemukakan Presiden Tayyip Erdogan melalui informasi kepresidenan Turki setelah melakukan komunikasi dengan Presiden AS Donald Trump.

Informasi kepresidenan Turki mengatakan, bom bunuh diri di Manbij, kota di bagian timur-laut Suriah merupakan tindakan provokatif yang berniat mempengaruhi keputusan Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Trump mengecam tim keamanannya sendiri dengan keputusan yang mengejutkan pada (19/12/2018), terkait penarikan menyeluruh 2.000 pasukan AS dari Suriah, dengan menyatakan kelompok militan ISIS di tempat itu telah dilenyapkan, pandangan yang tidak diberikan oleh banyak ahli.

Manbij, yang direbut dari ISIS pada 2016 oleh pasukan yang didukung Amerika Serikat , menjadi pusat ketegangan setelah keputusan Trump untuk menarik pasukan AS yang kehadirannya secara efektif menghalangi Turki menyerang pasukan Kurdi.
Manbij dikendalikan Pasukan Demokratik Suriah atau Syrian Democratic Forces (SDF), yang bersekutu dengan YPG Kurdi dukungan AS.

Ankara memandang YPG sebagai kelompok teroris sekaligus penerus Partai Pekerja Kurdi atau Kurdistan Workers Party (PKK) terlarang yang dalam puluhan tahun melancarkan pemberontakan separatis di Turki.

Dalam menggambarkan percakapan tersebut, Gedung Putih tidak menyebutkan tawaran Erdogan untuk mengambil alih keamanan di Kota Manbij namun mengatakan keduanya sepakat untuk terus gencar menyelesaikan perundingan mengenai bagian timur laut Suriah untuk kebutuhan keamanan kedua negara.

“Presiden Trump menggarisbawahi pentingnya mengalahkan elemen teroris yang menempel di Suriah”, kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam mendeskripsikan percakapan via telepon tersebut, Senin (21/1/2019).

“Kedua pemimpin sepakat untuk terus melanjutkan perundingan solusi wilayah timur laut Suriah yang mencapai masalah keamanan masing-masing. Mereka juga membahas kepentingan bersama dalam memperluas hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Turki”, kata juru bicara.

Trump sebelumnya telah memperingatkan Turki untuk tidak menyerang Kurdi di Suriah dan tampaknya mengancam ekonomi Turki jika seranga itu dilakukan.

Dalam pernyataannya, kepresidenan Turki juga mengatakan bahwa kedua pemimpin telah sepakat untuk mempercepat pembahasan antara kepala staf mereka tentang zona aman di bagian timur laut Suriah.

Pekan lalu, Trump menciptakan zona aman yang disarankan kepadanya, tanpa penjelasan lebih lanjut. SDF mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya siap membantu mewujudkan zona aman. (indopos)