7 Prestasi Liliyana Natsir di Kancah Bulutangkis Dunia

0
4
Liliyana Natsir

JAKARTA – Liliyana Natsir akhirnya menggantungkan raket kesayangannya setelah 17 tahun berjuang di tim nasional bulutangkis Indonesia. Keputusan Liliyana Natsir meninggalkan bulutangkis yang dicintainya menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Bulutangkis Indonesia telah kehilangan salah satu muutiara terbaiknya.

Liliyana adalah salah satu pemain spesialis ganda campuran terbaik di dunia. Dia juga piawai bermain di sektor ganda putri. Deretan gelar bergengsi di lemari pialanya menjadi bukti sahih.

Jika medali emas dan perak olimpiade belum cukup memberi bukti, maka tengok saja deretan gelar bergengsi lainnya yang dikantongi perempuan kelahiran Manado, Sulawesi Utara tersebut.

Liliyana juga mengoleksi empat medali emas Kejuaraan Dunia dan pernah menorehkan hattrick di kancah turnamen bulutangkis paling legendaris, All England.

Apa yang membuat Liliyana Nastir begitu istimewa? Visi permainan, kecerdikan dalam mengatur taktik, dan terutama dominasinya di depan net. Liliyana hampir tiada duanya.

Namun, tak ada yang abadi di dunia. Liliyana tak bisa melawan usia. Dia memilih menyudahi kariernya pada 2019, tepat di depan pendukung setianya di Istora, pada momen Indonesia Masters 2019.

Berikut ini deretan momen-momen gemilang Liliyana Natsir sepanjang kariernya di kancah bulutangkis dunia.

1. Medali Emas Olimpiade
Olimpiade Rio de Janeiro 2016 merupakan puncak karier Liliyana Natsir di kancah bulutangkis dunia. Atlet kelahiran Manado tersebut akhirnya bisa merengkuh lambang supremasi tertinggi bagi pemain bulutangkis, yaitu medali emas Olimpiade.
Berpasangan dengan Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir merebut medali emas setelah menang atas pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14 dan 21-12, pada 17 Agustus 2016. Medali emas tersebut menjadi semakin spesial karena diraih bertepatan dengan hari ulang tahun ke-71 Republik Indonesia.

2. 4 Gelar Kejuaraan Dunia
27 Agustus 2017 menjadi hari yang spesial bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Ganda campuran terbaik Indonesia tersebut berhasil menyabet medali emas Kejuaraan Dunia setelah membungkam ganda China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, di Emirates Stadium, Glasgow. Pada laga tersebut, Tontowi/Liliyana benar-benar bekerja keras. Mereka kehilangan gim pertama dengan skor 15-21, namun mampu bangkit memenangi dua gim berikutnya dengan skor 21-16, 21-15.

3. Hattrick All England
Liliyana Natsir juga punya catatan manis pada kejuaraan bulutangkis bergengsi sekaligus tertua di dunia, All England. Bersama Tontowi Ahmad, Liliyana pernah membukukan hattrik alias memenangi tiga gelar juara secara beruntun di All England.
Torehan hattrick itu terjadi pada 2012, 2013, dan 2014. Ini jelas bukan catatan biasa saja, karena memenangi All England bukan misi yang mudah.

4. Juara Piala Dunia Bulutangkis
Pebulutangkis berusia 34 tahun tersebut juga pernah merasakan gelar juara dunia bulutangkis, tepatnya pada 2006. Gelar tersebut diraihnya di sektor ganda campuran.
Liliyana menyabet gelar bergengsi tersebut saat berpasangan dengan Nova Widianto. Saat itu, Nova/Liliyana mengalahkan ganda tuan rumah China. Piala dunia bulutangkis sekarang sudah tidak dipertandingkan lagi.

5. 3 Titel Indonesia Open
Liliyana Natsir tak hanya bersinar di All England. Dia juga jadi ratu di kandang sendiri, tepatnya di ajang Indonesia Open.
Selain All England, Indonesia Open juga merupakan salah satu turnamen paling bergengsi di dunia. Indonesia Open sangat unik karena penonton di Istora tak ada duanya di dunia. Bagi para pebulutangkis non-Indonesia, Istora adalah tempat yang angker, tapi sekaligus penuh pesona.

6. 5 Emas SEA Games
Jauh sebelum mempersembahkan emas Olimpiade 2016, Liliyana Natsir juga berkonstribusi penting bagi Indonesia di kancah SEA Games.
Total lima emas disumbangkan pebulutangkis yang akrab disapa Butet itu pada pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut. Perinciannya, dia menyumbang di sektor ganda campuran (3), ganda putri (1), dan beregu putri (1).

7. 2 Titel Kejuaraan Asia
Bukan hanya ratu Asia Tenggara, Liliyana Natsir juga dua kali menjadi kampiun di kancah Asia. Dua gelar tersebut diraihnya melalui nomor ganda campuran.
Liliyana mengoleksi dua titel kejuaraan bulutangkis Asia dengan dua pasangan berbeda. Gelar pertama diraihnya bersama Nova Widianto pada 2006. Saat itu, di final mereka mengalahkan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thungthongkam.
Sedangkan gelar kedua diraih Butet bersama Tontowi Ahmad pada 2015. (cw05/DBS)