Bandar Sabu tak Pernah Kendor

Tersangka Zulholis dan Isadi yang diamankan bersama barang bukti (BB) di Mapolda Sumsel atas kepemilikan 1,2 kg sabu-sabu, Kamis (14/02). foto: den/palpos.id

Polisi Sita Sabu 1 Kilogram

PALEMBANG, PALPOS.ID – Peredaran narkotika jenis sabu-sabbu dalam jumlah cukup besar seberat 1 kg atau senilai Rp 1 miliar kembali digagalkan aparat Direktorat Narkoba Polda Sumsel. Sabu disita dari kurir bernama Zulholis alias Jul (32), warga Lorong Masjid, RT 05/02, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Sukarame, Palembang.

Dari pengakuan Zulholis inilah terungkap, bahwa dia mendapat perintah untuk mengedarkan 1 kg sabu dari seorang napi yang dikenalnya.

“Belum tahu mau diupah berapa. Saya memang kenal sama Man Kodol seorang napi Sorolangun Jambi. Ya kalau dapat, uangnya pakai kebutuhan sehari-hari,” ungkap Zulholis, yang keseharianya jualan ayam ini, Kamis (14/02).

Tersangka ditangkap Unit 3 Subdit 1 Dit Res Narkoba Polda Sumsel pimpinan AKBP Yoga Baskara Jaya SIk, melakukan penyelidikan di SPBU Km 12 atas adanya transaksi narkoba dalam jumlah besar. Penangkapan di Jalan SMB II, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sukarame, di SPBU Km 12, Senin (4/2) yang lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, aparat kepolisian menyaksikan tersangka Zulholis tengah mengisi angin ban sambil membawa bungkusan coklat, dengan target yang gerak-geriknya mencurigakan. Setelah beberapa lama diintai, hingga dengan sigap petugas berusaha melakukan pemeriksaan.

Tetapi tersangka mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya, untuk menyerang polisi yang akan memeriksanya. Tindakan tegas terukur terpaksa dilepaskan, hingga tembakan mendarat di betis kiri tersangka.

Setelah it,u polisi membuka bungkusan warna coklat yang berisikan 100 gram sabu atau 1 kg sabu-sabu, dibungkus plastik warna hijau kemasan teh Cina merek Guan Yin Wang.
Atas tindakannya itu tersangka digelandang ke Ditres Narkoba Polda Sumsel. Dari pengakuan tersangka, barang haram pembawa petaka tersebu ia dapatkan dari seorang narapidana yang memerintahkannya mengedarkan sabu.

Terpisah aparat kepolisian juga mengamakan pengantin baru, baru menikah 1,6 bulan atas nama Ismadi (27). Warga Jalan Melati Sugiwaras, No 06, RT 01/01, Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami, kedapatan membawa 200 gram sabu senilai Rp 200 juta.
Ismandi sendiri diringkus di Jalan A Yani, di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu II, di jembatan penyebarangan Universitas Muhammadiyan Palembang, Kamis (7/2), sekitar pukul 17.30 WIB.

Sore jelang petang itu, polisi telah mengetahui adanya peredaran narkoba di jembatan penyebarangan kampus Muhammadiyah Palembang. lalu dilakukan pembelian degan penyamaran dan didapatilah tersangka Ismadi dengan barang bukti 200 gram itu.
Selanjutnya Ismandi digelandang ke Ditres Narkoba Polda Sumsel untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari pengakuan Ismadi, keseharianya buru bangunan ini, ia sudah 6 bulan jadi pecandu sabu.

“Terakir pakai 3 hari sebelum ditangkap, renacanya aku hanya di upah Rp 250 ribu ini kali pertamanya. Benar pak aku baru nikah 1,6 bulan, sekarang ditahan malah,” ungkap Ismandi kepada Palembang Pos.

Wadir Narkoba Polda Sumsel AKBP Amazona Pelamonia SIk didampingi Kasubag Wasidik AKBP Amrah Halim SH menegaskan telah mengamankan salah seorang pengedar merupakan jaringan lembaga pemasyarakatan.

“Betul tersangka Zulhori atau Jul ini merupakan pengedar yang membawa 1 kg sabu. Dari keterangan tersangka barang ini di dapat dari seorang napi yang di kenalnya. Saat ini napi di tahan di Lapas Surolangun, Jambi,” ungkap Amazonia.

Selain Jul, pihaknya juga mengamankan tersangka Ismadi seorang pegantin baru yang kedapatan membaw 200 gram sabu. “Ia kita tangkap setelah melakukan transaksi di jembatan penyeberang kampus Muhammadiyah Palembang,’ katanya.

Atas tindakanya itu kedua tersangka dapat dijerat degan pasal 114 dan i112 KUHP dan UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana mati, seumur hiudp dan minimal 20 tahun pidana penjara. Dengan mengamankan 1,2 kg sabu, sebanyak 8000 anak bangsa diselamatkan dari barang haram pembawa petaka ini. (adi)