Bandit Spesialis 3C Roboh Dipelor

Kedua pelaku dan barang bukti dalam gelar perkara di halaman Mapolresta Palembang, kemarin.

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dua bandit spesialis 3C (curas, curat dan curanmor) diringkus petugas gabungan Pidum dan Tekab 134 Polresta Palembang. Salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, lantaran melawan dan berusaha kabur saat hendak ditangkap, Kamis (14/02), sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedunya, Hendra Cipta Irawan (35), warga Jalan Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan SU I, Palembang, dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kanan, dan Rendy Apriansyah (29), warga Jalan Dipo, Lorong Sumatra, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Informasi yang dihimpun, kawanan bandit ini ditangkap berdasarkan laporan dari Ricky Mailando (29), warga Jalan Dipo, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Palembang. Kedua pelaku telah membobol rumah korban, Jumat (8/2), sekitar pukul 06.15 WIB.

Dalam aksinya, kedua pelaku berhasil menggondol barang-barang milik korban, yakni 1 unit motor Scoopy warna merah maron nopol BG 6160 ABT, 2 buah Hp, 1 buah helm dan 1 ekor burung Beo, dengan totol kerugian sebesar Rp 16 juta.

“Setelah mendapat laporan dari korban, anggota gabungan langsung bergerak hingga berhasil menangkap kawanan penjahat ini,” ungkap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, melalui Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, dalam giat gelar perkara di halaman Mapolresta Palembang, Jumat (15/02).

Dikatakan Yon, kedua pelaku adalah residivis kambuhan yang sudah keluar masuk penjara. Dan keduanya merupakan rekan dari tersangka AL yang sebelumnya telah diberikan tindakan tegas (tewas), lantaran melawan petugas.

“Dari penangkapan ini, kita juga berhasil menyita barang bukti diduga hasil kejahatan, diantaranya seekor burung beo, tiga unit sepeda motor, kunci leter T, satu unit televisi 32 inci. Selaun itu, ada juga sepucuk senpira jenis revolver beserta 5 butir amunisi kaliber 5,56 mm,” sebutnya.

Yon menegaskan, para pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjaran 5 tahun, dan Undang-undang Darudat Nomor 12, dengan ancaman 15 tahun penjara.
Sedangkan tersangka Hendra mengaku, terpaksa melakukan aksi pembobolan di rumah korban, lantaran terdesak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya terpaksa melakukannya, karena tidak ada pekerjaan,” katanya meringis menahan sakit akibat luka tembak di bagian kakinya.

Alibi yang sama juga diutarakan tersangka Rendy, ia nekat melakukan aksi pencurian karena tidak memiliki pekerjaan.

“Saat melakukan pencurian itu,  saya hanya bertugas melihat situasi di sekitar rumah korban, yang masuk ke dalam adalah Hendra. Barang hasil curiannya sudah kami jual, uang dibagi dan sudah habis untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” jelasnya. (cw09)