Gembong Narkoba Divonis 20 Tahun Penjara

Terdakwa David di persidangan PN Kelas IA Palembang, kemarin. foto: dey/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gembong narkobaa David Haryono alias Ono yang mengendalikan bisnis haramnya dari balik jeruji besi divonis 20 tahun penjara. Vonis dijatuhkan majelis hakim pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Palembang, kemarin.

Selain vonis 20 tahun penjara, warga binaan Lapas Kelas IIA Narkotika Lubuklinggau ini, dihukum denda Rp1 miliar atau subsider 6 bulan kurungan.

Majelis hakim yang diketuai Achmad Syarifudin mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat dalam peredaran narkotika bukan tanaman dengan berat melebihi lima gram. Sebagaimana dalam pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Bila tidak sependapat dengan putusan ini, terdakwa maupun jaksa memiliki hak yang sama untuk mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan,” kata Syarifudin saat menutup persidangan.

Dalam sidang yang berlangsung lebih kurang tiga jam,  majelis hakim juga mengadili empat terdakwa lain sescara terpisah, yakni Iskandar, Feri Heryanto, Subhan alias Ojing dan Heni Restiawati dihukum dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Hanya saja dari kelima terdakwa, empat di antaranya masih memilih akan memanfaatkan waktu satu pekan oleh hakim untuk pikir-pikir. Sedangkan terdakwa Heni Restiawati langsung menyatakan menerima.

Putusan tersebut sama dengan tuntutan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Fajar Dian Prawitama yang dalam persidangan sebelumnya menuntut para terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara.

Kelompok ini  ini ditangkap anggota BNNP Sumsel dari beberapa tempat terpisah. Terdakwa David Haryono dijemput petugas dari Lapas Kelas IIA Narkotika Lubuklinggau, 11 Mei 2018.

Untuk mengungkap jaringan dengan barang bukti yang diamankan tiga paket sabu seberat 2.991,25 gram, 5.000 butir pil ekstasi ini aparat juga menembak mati dua pelaku, yakni Muhammad Yusuf alias Jon dan Hendra dalam upaya penangkapan pada 9 Mei 2018. (day)