Marah tak Dipanggil Papa, Suami Cekik Istri

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dialami Temu Angelina (38), yang berstatus istri siri. Dia dicekik oleh Indra (42), warga Jalan KH Azhari, Lorong Beringin Jaya, Kelurahan 13 Ulu, Palembang.

Diduga Indra tega menganiaya Temu dengan cara mencekik leher dan mengancam akan melukai korban dengan sebilah pisau. Lantaran tidak tahan dengan perbuatan suaminya, Temu melaporkan suaminya ke polisi. Atas laporan tersebut, Indra diamankan anggota Unit Reskrim Polsek SU II Palembang, Kamis (14/02).

Kepada polisi, Indra menuturkan, penganiayaan tersebut bermula saat istri menyuruh membuat susu anak. Namun dengan kata-kata yang kasar.

“Biasanya dia memanggil saya dengan panggilan papa, tapi tadi kasar sekali. Katanya, buatlah susu anak kau. Nah, dari situlah kami ribut,” jelas Indra, Jumat (15/02).

Lantaran tersulut emosi, Indra lantas langsung memegang leher istrinya. Namun, langsung dibalas Temu dengan mencakar telinga suaminya hingga berdarah.

Tidak sampai disitu saja, Indra yang semakin gelap mata, lantas mengambil sebilah pisau dari dapur, untuk menakuti istri yang telah dinikahinya selama 5 tahun tersebut.

“Pisau itu cuma untuk nakut-nakuti dia saja, tidak mungkin saya menusuknya,” ucapnya.
Terpisah, Temu mengaku, sudah tidak tahan terhadap perbuatan suaminya yang sering berlaku kasar terhadap dirinya.

“Dia itu sudah sering kasar, sudah tiga tahun ini saya tersiksa sekali, cekcok terus dengan dia,” ungkapnya.

Kapolsek SU II Palembang, Kompol Yenni Diarti didampingi Kanit Reskrim, Ipda Andre, membenarkan adanya laporan dari korban Temu, yang diduga dianiaya oleh suaminya sendiri.

“Jadi terlapor ini merupakan suami siri dari korban, dan saat ini sudah kita amankan. Pelakunya akan kita kenakan pasal 351 tentang penganiayaan,” pungkasnya.

Terpisah, kasus KDRT juga menimpa Wiwik Indriani (42) warga Desa Setia Marga Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara. Dia melaporkan suaminya ke Mapolsek Karang Dapo karena tidak terima atas tindakan suaminya yang sudah melakukan KDRT dengan mencekik leher.

Bahkan terduga pelaku Azrullah alias Jerul (46), bukan hanya mencekik, namun mengancam korban dengan kapak.

Kapolres Mura AKBP Suhendro SIK melalui Kapolsek Karang Dapo Aiptu Yanie mengatakan, penangkapan Azrullah alias Jerul menindaklanjuti laporan korban merupakan istrinya sendiri Wiwik Indriani. Karena merasa tidak senang atas perbuatan suaminya sudah mencekik dan mengancam dengan kapak bergagang kayu warna coklat.

Lanjutnya menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, kejadian itu di rumah korban Blok D Desa Setia Marga. Awalnya pelaku meminta uang kepada korban, tetapi korban tidak memiliki uang.

“Karena korban tidak bisa memenuhi permintaan pelaku, sehingga pelaku mencekik dan mengancam korban menggunakan kapak. Dari kejadian tersebut membuat korbam mengalami luka dibagian leher,” bebernya.

Dikatakan lebih lanjut, ia mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang tidur di rumah kekurangan di Kelurahan Karang Dapo. Kemudian langsung memerintahkan Kanitreskrim untuk melakukan penangkapan.

“Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawan dan hanya pasrah,” tutupnya. (cw09/lam)