Kembalikan Gengsi Sriwijaya FC

Gubernur Sumsel memperlihatkan penyerahan SFC secara tertulis dari Muddai Madang. foto: rif/palpos.id

LAHAT – Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya manajemen Sriwijaya FC diserahkan Muddai Madang kepada Aspan Firki Sanaf, secara bulat-bulat. Saham 89 persen dimiliki Muddai sebagai owner PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), dan 11 persen milik yayasan Sepak Bola Sumsel, juga diserahkan.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru berharap, kepercayaan yang diberikan kepada Aspan, bukan saja dari manajemen, tapi kepercayaan masyarakat Sumsel. Dan kedepan, Sriwijaya FC tidak selalu ketergantungan dengan pemerintah. “Hasil diskusi, inilah kejutannya, SFC itu diserahkan bulat-bulat dari Pak Muddai kepada Pak Aspan Fikri Sanaf,” tegas Herman Deru, saat menggelar jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Lahat, Rabu (20/2).

Saat ini, ungkap Deru, SFC berada di liga dua. Tentu saja, targetnya harus dibuat rencana strategis dulu, agar dapat mengembalikan gengsi SFC. Sebab Aspan sudah terima mandat 100 persen, untuk mengembalikan kejayaan SFC.

“Targetnya putaran depan sudah di liga 1, itu target awal. Kita cari pemain handal, sedikit berbiaya tidak masalah. Yakinlah sponsor akan datang bila dikelola dengan baik,” ujar Deru, yang mengingatkan era tahun 2007 hingga 2008 SFC merupakan clup sepak bola paling bergengsi di Indonesia, dengan memegang double winer.

Sebagai gubernur, Deru tidak ingin menjadikan SFC sebagai komuditas politik. Bahkan, anaknya atau pun anak dari Wagub Sumsel juga tidak boleh menjadi pengurus SFC, meski paham dunia sepak bola. Deru tidak ingin ada pemikiran, keluarganya atau wagub ingin menggunakan SFC komuditas politik. “Jadikanlah SFC ikon olahraga masyarakat Sumsel,” tegasnya.

Mendapat kepercayaan itu, Aspan pun menyatakan, siap melakukan perubahan manajemen dan kepengurusan SFC. Dalam waktu dekat, Aspan akan melakukan konsulidasi organisasi, untuk mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi SFC.

“Saya juga akan segera bertemu dengan jajaran manajemen untuk menginventarisasi permasalahan. Perubahan manajemen, kepengurusan akan dilakukan. Setelah itu mengembalikan gengsi SFC ini,” bebernya. (rif)