Destia Wulandari, Usia Tak Membatasi Prestasi

Destia Wulandari, mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Usia tak membatasi prestasi, berbagai prestasi berhasil didapatkan dengan semangat dan sportifitas tinggi.

Destia Wulandari itulah nama lengkap serta sederet prestasi-prestasi yang disandang oleh mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF) jurusan Psikologi Islam semester 5 angkatan 2016.

Ia mengawali pendidikannya di bangku Sekolah Dasar (SD) Negeri Bukit Panca Mulya raih prestasi seperti lomba makan krupuk dan sejenisnya, SMP Negeri Mulyo Harjo raih prestasi dengan memenangkan masuk ke-5 nilai tertinggi besar ketika ujian nasional Sekabupaten Musi Rawas.

Juara umum dari kelas 2 sampai kelas 3 dan juga memenangkan kegiatan lebih ke bidang Pramuka, SMA AL-Ikhlas Lubuk Linggau raih prestasi dengan memenangkan juara umum dari kelas 1 sampai kelas 3, masuk nilai terbaik ke-4 ujian se SMA.

Paskibraka kota Lubuk Linggau tahun 2015, LKS kota Lubuk Linggau angkatan ke-12, Saka Bayangkara dibawah naungan TNI Kodim 0406, Ketua Paskibraka Putri SMA, Ketua Ambalan Pramuka SMA dari tahun 2015-2016 dan olimpiade bahasa inggris dan matematika Universitas Brawijaya dan Kuliah di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF) raih prestasi mendapatkan juara Harapan 1 Bujang Gadis Kampus tahun 2017 dan Dehe Musi Rawas tahun 2018.

Destia Wulandari lahir dikeluarga yang sederhana, pekerjaan ayah dan ibunya sama-sama petani dengan penghasilan yang tidak menentu 1 bulan mendapatkan kurang lebih Rp. 2.500.000.

Setelah menjalankan Ikatan Bujang Gadis Kampus ditahun 2017 sebagai juara Harapan 1 Gadis kampus dengan mengikuti berbagai kegiatan diantaranya melakukan pelantikan dan inagurasi, BG UIN Goes To School, memperingati acara Spotik (hari bumi), melakukan kegiatan SAHARA, dan Preperesion Class.

Di tahun 2018 saat ini ia lagi-lagi mendapatkan prestasi yaitu sebagai Dehe Musi Rawas (Dinas Pariwisata). Musi Rawas merupakan tempat yang agropolitan kaya akan sumber-sumber hasil bumi seperti minyak, batu bara, pertambagan emas dibandingkan tempat pariwisata.

Sebenarnya sebelum dirinya mengikuti ajang kegiatan tersebut, sifat Destia Wulandari tomboy bahkan sampai mengikuti lomba Gestrek mendapatkan juara 2 tingkat kota saat kelas tiga SMP. Dengan sifat yang tomboy yang dimiliki ini ada keinginan untuk berubah layaknya sifat wanita baik sikap dan tingkah laku yang sebenarnya.

Hingga pada akhirnya dirinya berhasil mendapatkan juara sebagai gadis harapan 1 kampus (UIN RF) Palembang di tahun 2017 dan Dehe Musi Rawas 2018 dengan sikap layaknya sifat wanita seperti lemah lembut. “Jadi motivasi saya mengikuti kegiatan ajang-ajang ini yang pertama, karena ingin merubah sikap dan tingkah laku. Kedua, tertarik dengan hadiah yang diberikan dengan tujuan membantu meringankan beban kedua orang tua. Ketiga, dapat melakukan segala sesuatu yang terbaik,” katanya.

Visi-misi Destia Wulandari dengan kontrak 2 tahun sebagai Dehe Musi Rawas berada di naungan dinas pariwisata yaitu fokus dengan pariwisata dikarenakan dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar meningkatkan pendapatan daerah seperti pembangunan objek wisata Air Terjun Curup Panjang di Durian Remuk, tempat wisata Bukit Cogong, Taman-Taman Bunga dan melakukan pembuatan batik yang mempunyai ciri khas sendiri.

Membantu mempromosikan Kabupaten Musi Rawas ke luar baik didalam maupun diluar negeri seperti promosi putra-putri otonomi yang dikirim sebagai putra-putri Sri Wijaya tingkat provinsi, melakukan promosi pengembangan wisata keluar negeri ke Thailand juga ke Eropa yang masuk dalam proker di tahun 2019 nanti dan mengenalkan Kabupaten Musi Rawas ke Sumatera dan kota-kota lainnya untuk dalam negeri. (cw05/Sri Damayanti)

Nama: Destia Wulandari
Tempat dan Tanggal Lahir: Suka Makmur, 3 Desember 1998
Pendidikan:
Sekolah Dasar (SD) Negeri Bukit Panca Mulya (2010)
SMP Negeri Mulyo Harjo (2013)
SMA AL-Ikhlas Lubuk Linggau (2016)
Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Angkatan 2016