Lubuklinggau Rawan Manipulasi Suara

Rapat koordinasi (rakor) dalam rangka pemilihan umum serentak tahun 2019, di Gedung Kesenian, Selasa (26/2). Foto yati/palpos.id

LUBUKLINGGAU – Hati- hati, manipulasi suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), menjadi salah satu kerawanan yang diprediksi terjadi dalam pemilu serentak 2019. Di Kota Lubuklinggau dari 608 TPS, enam diantaranya masuk dalam peta rawan manipulasi suara.

“Hati-hati, bahaya agek,” ingat Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, kepada stakeholder terkait, seperti penyelenggara pemilu dan juga para calon legislatif (caleg) yang hadir pada acara rapat koordinasi (rakor) dalam rangka pemilihan umum serentak tahun 2019, di Gedung Kesenian, Selasa (26/2).

Menurut Dwi, Lubuklinggau ternyata juga masuk kategori rawan money politik (politik uang). Dia juga memberikan warning agar pelanggaran itu jangan sampai dilakukan. Karena pihaknya sudah memiliki alat pendeteksi dan menyebarkan personil di lapangan. “Jangan melakukan serangan fajar bahaya agek,” ingat Dwi.

Selain itu, dikatakan Dwi, sejumlah kerawanan lain yang diprediksi bisa terjadi pada pemilu serentak 2019, diantaranya protes dari massa pemilih, unjuk rasa, termasuk juga intimidasi terhadap pemilih minoritas. Kendati demikian, dikatakan Dwi, di Lubuklinggau tidak ada wilayah yang tidak tersentuh kepolisian. Karena itu, dia memastikan tidak ada kerawanan yang tidak bisa diantisipasi.

Sementara Kajari Lubuklinggau, Hj Zairidah, menegaskan bahwa pihaknya bersama kepolisian akan menindak tegas setiap pelanggaran. Dan dipastikan Zairidah bahwa pihaknya akan megajukan tuntutan seberat-beratnya. “Itu agar tidak ada pelanggaran berikutnya,” kata Zairidah.

Sedangkan Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar, berharap agar pemilu 2019 di Kota Lubuklinggau berjalan dengan aman dan damai. Untuk itu stakeholder yang ada diminta untuk memberikan perlakuan yang sama kepada setiap calon, termasuk pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan publikasi. Sehingga azas keadilan dapat dirasakan oleh para calon.

Sementara itu, Ketua KPU Lubuklinggau mengatakan bahwa rakor tersebut bukan hanya membahas soal keamanan pemilu. Tetapi juga semua tahapan dalam pemilu. (yat)