Penyebar Foto Syur Bidan Tertangkap

Tersangka Deo di Mapolres Prabumulih

Ngaku Jaksa, 16 Kali Gagahi Korban.

PRABUMULIH PALPOS.ID – Berakhir sudah pelarian Edodi Mandala alias Deo (30), pelaku penyebaran foto syur AM, bidan di Kota Prabumulih. Warga Gang Swis Kelurahan Kemuning Kecamatan Linggau Utara ini ditangkap tim opsnal unit pidsus Satreskrim Polres Prabumulih, di sebuah kosan Jalan Tegal Rejo Kota Lubuk Linggau, Sabtu (7/3), sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain menangkap pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 2 unit telepon genggam merk Samsung J3 Pro dan Samsung GT E1272, yang digunakan pelaku menyebarkan foto syur korban. Guna kepentingan penyidikan pelaku langsung digelandang ke mapolres Prabumulih.

Di hadapan polisi Deo mengaku telah 16 kali menggagahi bidan tersebut. Bahkan pada saat menggagahi korban untuk yang ke-9 kalinya, pelaku mengaku sempat mengabadikan dengan memoto korban saat telanjang.

Parahnya lagi, foto syur tersebut disebar korban ke jejaring sosial facebook dan instagram lantaran korban enggan diajak korban kawin lari. “Aku kenal lewat facebook sekitar lima bulan lalu, waktu kenalan aku ngaku pegawai jaksa,” ujar Deo kepada wartawan.

Masih kata Deo, korban pertama kali disetubuhi dikosannya empat bulan lalu. “Dio datang dewek kekosan, aku idak makso cuma aku iming-iming akan nikahi dio. Selamo kenal, aku 16 kali cak ituan (bersetubuh) bahkan sempat aku rekam dio tahu tapi idak marah,” bebernya.

Disinggung alasan menyebarkan foto syur itu, Deo mengaku, hal itu dilakukan agar korban tidak mencari pria lain dan menuruti apapun kemauannya termasuk memberi uang. “Sengajo pak biar dio dak nyari lanang lain,” ucapnya sembari mengatakan usai menyebar foto syur dirinya langsung kabur ke kota Lubuk Linggau dengan menumpang kereta api.

Sementara, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH MH dan Kanit Pidsus Ipda Gharasa Zahra Zahira S.Trk ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya berhasil menangkap pelaku penyebaran foto syur bidan tersebut.

“Pelaku ditangkap dikos-kosan di Kota Lubuk Linggau, berdasarkan hasil pemeriksaan modus pelaku menipu korban dengan mengaku sebagai jaksa dan polisi,” kata Tito saat menggelar press reales di Mapolres Prabumulih, Senin (11/3).

Terkait perbuatannya itu, kata perwira polisi jebolan akademi kepolisian ini, pelaku dijerat Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. “Ancaman hukumannya enam tahun kurungan penjara,” tegas kapolres. (wan)