Buruh Sadap Karet Ditembak Polisi

Tersangka Ipan berjalan tertatih setelah kaki kanannya ditembak aparat Polres Prabumulih, kemarin. Foto: wan/palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Seorang buruh sadap karet di Kota Prabumulih, Ipan alias Refan (42), ditembak aparat Polsek Prabumulih Barat pimpinan Ipda Hendra Jaya, Minggu (10/03), sekitar pukul 23.30 WIB.

Warga Dusun I Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat ini, terlibat kasus pencurian 2 ekor kambing milik Rosit (44), warga yang sama, pada akhir Februari yang lalu. Polisi terpaksa menembak kaki kanannya karena berusaha kabur.

Selain menangkap Ipan, polisi menyita sebilah parang yang digunakan untuk menyembelih kambing hasil curian dan sebilah pisau yang dibawa pelaku saat hendak kabur serta handphone yang digunakan Ipan saat menghubungi penadah kambing hasil curian.

Menurut pihak kepolisian, penangkapan Ipan bermula dari laporan Rosit di SPK Polsek Prabumulih Barat. Dalam laporannya, korban mengaku telah kehilangan dua ekor kambing yang ditambang di dekat rumahnya.

Menindaklanjuti laporan korban, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat langsung melakukan penyelidikan. Berkat informasi masyarakat, polisi berhasil menangkap satu dari dua pelaku pencurian kambing yakni Mentri dan penadahnya bernama Alpian.
Dari pengakuan kedua tersangka, polisi melakukan pengembangan dengan mengejar pelaku lainnya yakni Ipan. Polisi mendapat informasi, jika Ipan berada di kebun karet pinggir Desa Tanjung Telang.

Tak membuang waktu, polisi langsung memburu Ipan. Rupanya kehadiran polisi, tericum oleh Ipan, yang pernah mendekam dalam penjara karena kasus pencurian motor. Ipan pun langsung kabur dengan membawa sebilah pisau.

Polisi memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Namun, tembakan dari revolver polisi tak dihiraukan oleh Ipan. Dia terus berlari.

Akhirnya polisi mengarahkan tembakan ke kaki kanan tersangka. Tak pelak, sebutir timah panas yang menembus kakinya, membuat Ipan tersungkur ke tanah.

Di hadapan penyidik, Ipan mengakui ikut terlibat dalam aksi pencurian kambing milik korban. Kata Ipan, kambing hasil curian langsung disembelih. Setelah itu, ia menelpon Alpian. “Dio beli sudah dalam kondisi dipotong seharga empat ratus lima puluh ribu. Hasil jual kambing kami bagi tigo,” bebernya.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi SE MM dan Kanit Reskrim Ipda Hendra Jaya ketika dikonfirmasi menegaskan, tindakan tegas terhadap tersangka terpaksa dilakukan, lantaran mencoba kabur sembari membawa sebilah pisau. (wan)