301 Siswa Ikuti SOC di SMAN 17 Palembang

Pemukulan Gong tandai dimulainya Student Olimpiade Competition (SOC) di Aula SMAN 17 Palembang, Selasa, (12/3).

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sebanyak 301 siswa yang berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-kota Palembang, kemarin mengikuti ajang Student Olimpiade Competition (SOC) yang digelar di aula SMAN 17 Palembang.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, CEO and Founder Strat Up SOC Danu Saputra, serta Kepala SMAN 17 Palembang, Parmin.
Kepada wartawan, Danu Saputra menyebutkan olimpiade ini merupakan salah satu tantangan yang diberikan kepada seluruh siswa SMA/SMK se-kota Palembang untuk mengikuti kompetisi dan keluar sebagai yang terbaik di ajang olimpiade menggunakan aplikasi SOC di gadget ini.

“Awalnya kita seleksi dulu di sekolah. Ini adalah tingkat Palembang dan nanti Provinsi. Untuk nasionalnya di Bali, kita jadwalkan setelah tahun ajaran baru,” katanya, Selasa, (12/3).

Danu menjelaskan ide start up yang menyasar anak pelajar ini berawal di Bandar Lampung, namun proses pembuatannya di Palembang dan telah di uji di SMPN 27 Palembang.

Menurutnya, SOC sendiri bisa diunduh melalui Playstore pada gadget siswa masing-masing. “Kapasitas bisa 5000 dan tidak down. Kemarin kita di Bandar Lampung 1300 dan Alhamdulillah server aman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd mengaku hadirnya gadget di era milenial khususnya pelajar diharapkan mampu meningkatkan pola belajar.

“Handphone bisa menjadi pisau bermata dua, tergantung siapa yang memakai. Sebagai pelajar, anak-anak harus bijak menggunakan handphone,” ujarnya.

Lebih lanjut, Widodo menjelaskan para siswa sebetulnya harus terus diajak untuk berkompetisi guna mengasah kemampuan dan kompetensi. Salah satunya adalah mengikuti Students Online Competition (SOC).

“Mari menggunakan gadget secara positif. Kita tidak bisa meninggalkan handphone, tapi harus kita ikuti karena ini perkembangan zaman,”terangnya.

Kemudian, lanjutnya diera disrubtion 4.0 seharusnya menjadi peluang bagi pelajar untuk bisa kreatif dan melahirkan inovasi baru. “Karena wadah berupa teknologi sudah tersedia, jadi ayo para siswa berkompetisi, tapi tetap harus menjujung kejujuran. Pintar dan cerdas sangat diharapkan, tapi kejujuran lebih penting,” pungkasnya. (umn)