Gede Tanam Saham, Sriwijaya FC Ubah Nama?

Pertemuann Gubernur Sumsel bersama pengusaha sekaligus pemilik Bhayangkara FC, Gede Widiade, Selasa (12/3) kemarin.

Herman Deru : Markas Tetap di Sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menerima kunjungan Gede Widiade, salah satu calon investor yang  berminat menanamkan modalnya  untuk Sriwijaya FC (SFC). Pertemuan digelar di ruang tunggu VIP Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II Palembang, Selasa (12/3) kemarin.

Mantan Presiden Persija, Gede Widiade tertarik untuk menanamkan sahamnya di klub berjuluk Laskar Wong Kito untuk bertarung di Liga 2. Berstatus sebagai pengusaha, Gede Widiade dikenal banyak memiliki klub dan kerap mengganti nama klub dan memindahkan markas (home base) tim.

Atas kedatangan Gede Widiade. Gubernur Sumsel, Herman Deru menegaskan, pada prinsipnya SFC siap bekerjasama dengan siapapun namun dengan dua syarat yakni home base tetap di Sumatera Selatan serta nama tetap menggunakan Siwijaya.

“SFC siap  kerjasama dengan siapa saja. Namun syaratnya jelas home base jangan  pindah dari Sumatera Selatan. Dan  nama Sriwijaya jagan di ganti. Kalau home base dipindahkan ke luar Sumsel. Nanti Saya di marah masyarakat,” pesan Deru.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengakui mengelola klub bola profesional tidak gampang.  Dibutuhkan waktu yang lama dan tidak tahu sampai kapan waktu yang dibutuhkan untuk bisa menjadi klub yang ternama,  berprestasi ditingkat nasional dan internasional. “Saya berharap ada tindak lanjut dari pertemuan ini. Masalah komposisi saham silahkan  bicarakan dengan pak Asfan selaku Prsiden SFC,” imbuhnya.

Sementara, Gede Widiade yang pernah mengelola Bhayangkara FC dan Persija Jakarta ini mengakui keberadaan SFC memiliki potensi cukup besar  untuk dikembangkan, karena telah memiliki embrio serta fasilitas dan nama besar.

“Sriwijaya FC  embrionya sudah ada. Fasilitas sudah tersedia, nama besar sudah ada. SFC memiliki Suporter yang  besar. Club ini dapat menjadi alat menyatukan rakyat. Dan yang lebih penting selain alat pemersatu. Club tidak boleh menggerogoti keuangan pemerintah. Dan ini juga yang pernah  kami terapkan di Bhayangkara FC,” tambahnya.

Gede Widiade sangat menyayangkan SFC terdegradasi ke liga 2. Dan dia berharap bisa bekerjasama dengan manajemen SFC memperbaiki keadaan tersebut. “Kerjasama ini akan kita jajaki. Hannya saja tidak mungkin kita  membeli saham seluruhnya. Karena saya juga masih menanggani club profesional lainnya di Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu Presiden SFC Asfan Fikri Sanaf ketika dimintai komentarnya belum bisa berkomentar mengingat ini sifatnya masih dalam penjajakan. “Yang jelas kita siap kersama dengan siapa saja,” singkat dia. (fan/rel)