Peredaran Narkoba di Prabumulih Masih Tinggi

Pelaksanaan pemusnahan narkoba oleh Wako bersama jajaran Kejaksanaan Negeri Prabumulih, Selasa (12/3). Foto: wan/palpos.id

Pengguna dan Terlibat Narkoba

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, M Husein Atmaja SH MH mengatakan, setiap tahun pihaknya rutin melakukan dua kali pemusnahan barang bukti perkara narkoba.

Hal itu kata Husein, menandakan bahwa peredaran narkoba di kota Prabumulih masih cukup tinggi dan merupakan gambaran narkoba itu masih dalam kondisi darurat.

“Kejahatan yang mengkhawatirkan, jumlah yang terus meningkat walaupun tindakan represif telah kita lakukan,” ujar Husein dalam acara pemusnahan barang bukti, dihalaman kantor Kejari Prabumulih, Selasa (12/3).

Lebih lanjut Kajari mengungkapkan, sejak Januari sampai 12 Maret 2019 ini  sudah ada 29 berkas narkoba yang masuk ke Kejaksaan. Itu artinya, dalam satu bulan ada 10 perkara yang ditangani.

“Masing-masing 24 berkas dari Polres dan 5 berkas limpahan dari BNN Prabumulih,” kata mantan Kajari Blankejeren Kabupaten Gayo Lues Aceh ini.

Masih kata Husein, berdasarkan sejak 2012 narkotika selalu rangking pertama dibanding kejahatan lain dan terjadi hampir di seluruh Indonesia. Parahnya, rata-rata pelakunya kaum milenial alias usia produktif.

“Pelaku penyalahgunaan narkotika biasanya mereka di usia 40 tahun kebawah termasuk millenial atau generasi muda usia produktif dengan berbagai alasan seperti ikut teman dan lingkungan,” bebernya.

Karena itulah sambung Husein, guna menekan angka peredaran narkoba pihaknya selalu menjerat pelaku sesuai aturan yang berlaku.

“Rata-rata untuk Prabumulih 90 persen lebih ke pasal 112 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan rata-rata diputus diatas 4 tahun dan tren peningkatan sangat kuat,” tegasnya.

Sementara, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya mengatakan, pihaknya terus berupaya menekan peredaran narkoba diantaranya dengan membentengi anak-anak dengan ilmu agama melalui program shalat dan baca tulis Al Quran bagi pelajar SD.

“Tujuannya kalau anak bisa shalat dan baca quran paling tidak mereka sudah ada ilmu agamanya, tapi ada yang bilang pesantren saja masih ada peredaran narkoba, memang ada tapi tidak sebesar saat ini,” kata Ridho. (wan)