Jembatan Musi VI Sangat Dibutuhkan untuk Atasi Kemacetan

Musi VI Sangat Dibutuhkan

Warga Berharap Pengerjaan Diteruskan

PALEMBANG, PALPOS.ID – Warga menyesalkan penghentian pembangunan proyek jembatan Musi VI yang sudah mencapai di atas 80 persen di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sebab, keberadaan jembatan baru pendamping jembatan Ampera sering mengalami kemacetan pada jam sibuk, pagi dan sore hari.

Untuk itu, sangat dibutuhkan sebagai akses alternatif untuk melakukan aktivitas dari kawasan Seberang Ulu ke Seberang Ilir. Warga pun mempertanyakan kenapa pengerjaan mega proyek tersebut dihentikan.

Padahal pembangunan sebentar lagi selesai. “Informasinya disetop selama tiga bulan, lama juga kami harus menunggu. Padahal sudah tidak sabar menanti jembatan Musi VI selesai,” ujar Emi warga yang rumahnya terkena pembebasan lahan.

Ia mengatakan, untuk di kawasan Tangga Buntung masyarakat di sana selalu kooperatif terhadap pembebasan lahan tak ada yang memperhambat.

Oleh karena itu, di bagian ilir tak ada lagi kendala terkait persil lahan. “Kalau mau dikatakan sedih pasti, dari nenek buyut dulu sudah tinggal di sini. Tapi untuk apa kami mau mencegah, apalagi ini untuk kepentingan umum. Penggantiannya juga sepadan,” jelasnya.

Senada, Muria warga lainnya mengatakan tak sabar menunggu kehadiran Musi VI, terlebih saat ini Jembatan Musi IV sudah dapat dilintasi. “Kapan Musi VI ini selesai, jadi omzet dagang model bisa naik lagi. Sekarang jualan sepi omzet turun 50 persen,” terang Muria.

Sementara itu, Dosen salah satu Perguruan Tinggi Swasta, Normaliathy Fitri mengaku, setiap pagi bersama rekan-rekan dosen dan mahasiswanya yang tempat tinggalnya berada di kawasan Seberang Ilir selalu dihadapkan dengan permasalahan kemacetan arus lalu lintas. Akibatnya, dosen dan mahasiswa sering terlambat untuk melakukan aktivitas belajar mengajar karena sulit memprediksi waktu perjalanan dari tempat tinggal di kawasan Seberang Ilir ke kampus.

“Yang ada di kawasan Seberang Ulu terhalang macet di jalan akses menuju jembatan Ampera,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, diharapkan pemerintah daerah setempat dan pemerintah pusat untuk mengupayakan pembangunan jembatan Musi VI dilanjutkan pada 2019.

Penyelesaian semua proyek pembangunan jembatan baru di Bumi Sriwijaya ini dinilai sangat mendesak. “Dengan adanya dua jembatan baru, diharapkan permasalahan kemacetan arus lalu lintas di jembatan Ampera bisa diatasi secara maksimal,” katanya.

Seperti diketahui, pembangunan Jembatan Musi VI yang menghubungkan Seberang Ulu dan Ilir hingga kini masih terkendala lahan. Untuk itu di tahun 2019 ini pembangunan Jembatan Musi VI di stop, karena akan dihitung ulang anggaran yang sudah digelontorkan.

“Terkait anggaran yang akan dihitung ulang nantinya jika sudah selesai bisa dilanjutkan lagi,” ujar Kabid Bimtek PU BM Provinsi Sumsel, Ridwan beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, untuk pengajuan anggaranya bisa saja saat ABT (Anggaran Biaya Tambahan) atau jika tidak saat 2020, tergantung kemampuan keuangan dari Pemda. Hal ini dikarenakan untuk di 2019 belum dianggarkan untuk pembangunan lanjutan Jembatan Musi VI.

Ridwan membeberkan, kendala utama lahan belum bebas itu terkait harga yang belum cocok. Untuk saat ini harganya masih sesuai yang dianggarkan sebelumnya. Namun kedepanya baru harganya akan dinilai lagi atau disesuaikan, ketika akan dilanjutkan lagi pembangunannya.

“Terkait pembebasan lahan untuk kontruksi utama jembatan, lahan yang akan dibebaskan tidak banyak hanya tinggal 10 persil lagi. Namun terkait dengan akses pendekat memang yang harus dibebaskan masih puluhan persil lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi VI tahun 2018, Fauzi mengatakan, untuk pengerjaan pembangunan Jembatan Musi VI saat ini memang di stop lantaran kontraknya sudah habis akhir 2018. “Kita sudah serta terima pertama (PHO). Jadi anggaran yang sudah dianggarkan yang tidak terpakai pun kita kembalikan. Nominal yang kita kembalikan ke Pemda sekitar Rp 84 Miliar,” bebernya.

Sementara itu terkait progres pembangunan Jembatan Musi VI menurut Fauzi, diserah terimakan dalam progres mencapai 84,76 persen.Menurutnya, pada tahun 2018 yang lalu Jembatan Musi VI harusnya sudah selesai. Namun karena masih terkendala pembebasan lahan jadi terhambat pembangunannya dan hanya bisa sampai 84,76 persen. “Pengerjaan tingal 15 persenan lagi, saya berharap pemerintah bisa melanjutkan pembangunannya. Pengerjaan bisa selesai dalam waktu 5 bulan jika mulus tidak ada hambatan. (ana)