Pasar Lawang Agung Belum Difungsikan

Pasar Lawang Agung di Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara yang belum difungsikan, Selasa (12/3). Foto: rat/palpos.id

MURATARA, PALPOS.ID – Pasar Lawang Agung, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara usai dibangun sejak Desember 2018 lalu hingga sekarang belum juga difungsikan. Hal itu tentunya membuat para pedagang kaki lima (PKL) mempertanyakan kapan pasar tersebut difungsikan.

Dimana dulunya PKL dijanjikan jika pembangunan pasar tersebut selesai Januari 2019 sudah bisa ditempatkan. Namun sayangnya hingga Maret belum juga ada kejelasan kapan pasar itu bisa ditempati.

Titin (32) salah satu pedagang mengatakan dimana awal pembangunan pasar dulu dijanjikan setelah selesai nanti akan difungsi pada Januari. Akan tetapi hingga sekarang belum juga ada kejelasan kapan pasar itu bisa ditempati.

“Sesuai janji dulu Januari sudah bisa ditempati, akan tetapi hingga sekarang belum juga ada kejelasan kapan bisa ditempati,”cerutuknya.

Untuk sementara, lanjutnya ia menyewa tempat dengan harga yang terbilang tinggi, apalagi kondisi sekarang pedapatannya turun.

“Sekarang sepi dan pendapatan kami menurun, dan apabilah pasar yang baru dibangun ini bisa ditempati setidaknya bisa membantu kami,”katanya.

Senada Pardin (46) salah satu pedagang mengharapkan agar pemerintah dapat memfungsikan pasar itu, dengan begitu tentunya bisa membantu kami agar membayar sewa tempat tidak terlalu mahal.

“Kami sangat berharap pasar dapat sesegera mungkin difungsikan, dan kami merasa terbantu, dengan harga sewa tempat tentunya masih terjamgkau dan tidak terlalu mahal seperti sekarang,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindakop H Samsu Anwar membenarkan jika pasar tersebut belum difungsikan, dengan alasan pihaknya akan melakukan sosialisasi Perda Nomor 2 tahun 2017 tentang restribusi tepat.

“Kita akan mensosialisasi Perda dulu dan setelah itu pasar baru difungsikan,”ujarnya.
Dijelaskannya penerapan restribusi pasar, akan diterapkan diseluruh pasar yang ada, jangan sampai nantinya ada gejolak dan keluhan dari pedagang mengenai restribusi tempat.

“Saya tidak mau nantinya ada keluhan dari para pedangan, maka dari itu, harus disepakati dulu harga sewa tempat dan baru pasar difungsikan,”jelas Samsu. (rat)