Cemburu Berujung Penjara

Tersangka Evan Zaputra.

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Diduga tak dapat menahan rasa cemburu, Evan Zaputra (32), warga Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih melakukan tindakan nekat. Dia tega menyiram istri mudanya, Miliyanti (17), warga Jalan Lingkar Kelurahan Cambai, dengan cairan cuka para.

Peristiwa terjadi, Senin (11/03) yang lalu, sekitar pukul 07.00 WIB. Buntut dari perbuatannya, Evan ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Prabumulih pimpinan AKP Abdul Rahman SH MH, di tempat persembunyiannya Salon Kiki, Jalan Maskarebet, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, Selasa (12/03), sekitar pukul 20.30 WIB.

Kepada polisi, Evan mengaku nekat menganiaya isteri keduanya itu dengan cairan cuka para, lantaran kesal korban pergi tanpa izin. Parahnya lagi, istrinya itu satu malam tidak pulang ke rumah.

“Aku kesal, Pak. Dio keluar rumah semalaman dak ngomong samo aku. Waktu aku tanyo dio kemano, dio dak galak ngomong. Itulah laju aku khilaf. Aku siram dio dengan cuko para,” ujar Evan.

Diakui Evan, dirinya memang telah merencanakan menganiaya istri keduanya tersebut. “Waktu aku tahu dio dak balek ke rumah, langsung emosi dan nyiapkan cuko para. Itulah waktu dio balek dan tiduk, langsung kusiram dio,” ungkapnya sembari menuturkan istrinya pernah mengaku selingkuh dengan pria lain.

Usai mencelakai isteri mudanya tersebut, sambung pria yang bekerja sebagai penambang pasir ini, dirinya langsung kabur ke Palembang. “Aku tinggal tempat kawan aku pak di salon,” tuturnya seraya mengaku dirinya juga penyuka sesama jenis.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH melalui Waka Polres, Kompol Harris Battara SIk didampingi Kasateeskrim AKP Abdul Rahman SH MH membenarkan, pihaknya berhasil mengungkap kasus penganiayaan.

“Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah salon di Kota Palembang. Selain menangkap pelaku kita juga mengamankan barang bukti berupa botol berisi sisa cairan cuka parah, seprai dan selimut serta pakaian dalam yang dikenakan korban saat kejadian,” ungkap Harris.

Dijelaskan Harris, berdasarkan pengakuan tersangka motif dari penganiayaan tersebut lantaran cemburu. “Tersangka cemburu dan kesal, lantaran isterinya pergi tanpa pamit,” kata perwira jebolan akademi kepolisian ini.

Lebih lanjut perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini menegaskan, atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 355 tentang penganiayaan berat yang direncanakan. Ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara. (wan)