Ojek Online Ditodong Polisi Gadungan

Korban ketika melapor ke SPKT Polresta Palembang, kemarin. Foto: zon/palpos.id

PALEMBANG – PALPOS.ID – Modus yang dilakukan penjahat jalanan sudah semakin berani dan tidak mengenal takut. Seperti yang dialami Muhammad Rezeky (18), warga Lorong Sei Aur, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Ia telah menjadi korban penodongan oleh dua orang yang mengaku sebagai anggota polisi. Akibat kejadian ini, Rezeky yang merupakan pengemudi ojek online (ojol) ini, harus kehilangan handphone Oppo A71 dan dompet berisi surat kendaraan serta uang karena dibawa lari oleh kedua polisi gadungan tersebut.

Terungkapnya, setelah Rezeky mendatangi SPKT Polresta Palembang, untuk membuat laporan penodongan yang dialaminya. Dia mengatakan, kejadiannya di Jalan Kutilang, 9 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang, kemarin, sekitar pukul 19.45 WIB.

Saat itu, ia sedang menunggu bibinya sambil bermain Hp. Tiba-tiba datang dua pelaku yang menggunakan motor jenis matic mendekatinya dan mengaku sebagai anggota polisi.

“Mereka berdua menuduh saya sebagai salah satu komplotan penodongan yang terjadi pagi tadi, tapi saya membantahnya. Terus mereka meminta saya menyerahkan Hp, dompet dan kunci motor,” ungkapnya.

Kemudian, para pelaku berpura-pura mengajak korban ke pos polisi yang terdekat di TKP. Pada saat korban berjalan memapah motornya, kedua pelaku langsung kabur dan meninggalkan Rezeky.

“Sebelum mereka kabur, sebenarnya ada salah satu teman sesame Ojol yang mendekat dan bertanya. Tapi kedua pelaku membentaknya, sambil berpura-pura menyabut pistol. Karena takut, dia langsung lari dan meninggalkan saya,” ujarnya.

Kasatreskrim Poresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPKT Polresta Palembang, AKP Heri, membenarkan adanya laporan korban penodongan oleh dua pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi.

”Laporannya sudah kita terima dan akan segera ditindak lanjuti. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian berupa satu unit HP Oppo A71 warna hitam dan dompet yang berisi uang tunai senilai Rp 50 ribu dengan total kerugian sebesar Rp 2 juta,” jelasnya. (zon)