Anggarkan Perbaikan Jalan di OKI Rp70 Miliar

Gubernur Herman Deru disambut hangat ibu-ibu warga Lempuing Jaya, kemarin.

OKI, PALPOS.ID – MEMASUKI 6 bulan menjabat Gubernur Sumsel, Herman Deru gencar melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah kabupaten. Kali ini, dia melakukan lawatan ke Ponpes Walisongo Serabuk Jaya Rantau Durian I Lempuing Jaya Kabupaten OKI, kemarin.

Selain menyapa warga setempat, kedatangannya kali ini dalam rangka menghadiri Tabligh Akbar dan Ngaji Bareng KH Abdul Mutholib (Kerah Sakti) dalam Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sekaligus Khatam Alfiyah Ibnu Malik serta Harlah Ponpes Walisongo XI.
Tak hanya itu Herman Deru juga membahas masalah jalan rusak di OKI dan mengecek harga karet di kalangan petani.

“Selain kangen, saya datang ke sini karena di medsos, fesbuk lagi ramai yang berendam di jalan rusak. Sudah saya anggarkan tahun ini sekitar hampir Rp70 miliar untuk perbaikan jalan di OKI. Biar nanti Bupatinya yang melakukan perbaikan. Kalau ini baik tentu akan ditingkatkan jumlahnya,” ujar HD.

OKI, lanjutnya, merupakan kabupaten yang sangat luas di Sumsel hampir setara luas Provinsi Bengkulu. Karena itu perbaikan jalan dan segala permasalahannya perlu diatasi bersama dengan pemprov, bupati, ulama, dan warga itu sendiri.

Setelah mengucurkan dana perbaikan infrastruktur Gubernur Sumsel itu meminta semua pihak tidak hanya fokus dalam pengerjaan jalan. Melainkan juga pasca perbaikan, agar jalan-jalan ini tidak rusak kembali.

Di antaranya menertibkan truk-truk pengangkut karet yang membawa cuka para, asam semut dan tawas untuk pembekuan. Menurutnya air-air keras yang dibawa tersebut kerap menetes di sepanjang jalan dan membuat jalan lebih mudah rusak.

“Saya akan perintahkan Dishub saat melakukan KIR pembuangan di depan harus dibuang karena kena cuka parah batu saja remuk apalagi aspal. Saya akan bantu tapi masyarakat juga ikut jaga,” terangnya.

Selanjutnya di hadapan warga Lempuing Herman Deru juga mengecek dan memastikan bahwa harga karet sudah berangsur naik. Dijelaskannya setelah ada pembicaraan bilateral antara pemerintah Indonesia, Thailand dan Malaysia yang menjadi penyumbang karet terbesar di dunia, harga karet internasional sudah mulai naik dari Rp1,2 Dollar per kg menjadi 1,7 Dollar per kg atau di kisaran Rp23.000.

“Itu harga untuk karet dengan kadar air nol persen. Nah di kita ini sekitar Rp17.000 dengan kadar air masih 50-55 persen, sehingga petani terima Rp8.500 per kg dari pengumpul. Tapi setelah sudah 3 pekan ini harganya sudah naik. Untuk karet sadap usia 1-12 hari harganya sudah Rp 9.000. Bapak ibu harus tahu karena ada subsidi dan bantuan alat produksi dari pemerintah. Pengumpul harus sampaikan ini ke petani,” tambahnya.

Demikian halnya soal pesta demokrasi Pileg dan Pilpres yang sebentar lagi digelar. Sebagai kepala daerah ia meminta agar warga tidak mudah terpancing mengingat banyaknya calon yang maju di tiap desa dan kampung.

“Saya tidak mau ada permusuhan. Jangan sampai pemilihan selesai kita malah ribut. Jangan sampai itu terjadi,” pesannya.

Untuk itu dia meminta masyarakat tetap solid dan mendoakannya menjadi pemimpin yang amanah sehingga mampu membawa Sumsel Maju untuk Semua.

Sementara itu, Wakil Bupati OKI Djakfar Shodiq berharap pengajian dan tabligh akbar ini bermanfaat bagi masyarakat. Dalam kesempatan itu ia juga meminta masyarakat tak lagi resah dan mengeluhkan soal jalan rusak menuju Lempuing.

“Intinya tidak usah khawatir karena kita lihat sendiri Pak Gubernur rajin turun ke kabupaten. Jadi beliau tahu ini dan tadi,” jelasnya.

Sementara itu, tausiyah juga disampaikan oleh KH Abdul Mutholin di hadapan ribuan warga yang memadati tabligh akbar tersebut. Menurutnya siapapun yang ingin mendapatkan hidup yang benar harus melakukan taat kepada Allah. Karena itu ia selalu mengingatkan umat untuk rajin salat lima waktu.

“Salat adalah bekal sebaik-baiknya sebelum mati. Sedangkan mati tidak memandang kedudukan mau miskin kaya semua akan mati karena itu persiapkan bekal sebanyaknya,” jelas dia.

Dalam silaturahminya kali ini Gubernur tidak datang sendiri melainkan ditemani Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Rasyidin Hasan serta Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri BBus MBA. (ana)