Bongkar Gardu Listrik, Dibekuk Polisi

Tersangka Ebit yang diamankan usai membongkar gardu listrik PLN, kemarin. Foto: den/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Ulah Ebit Sastra alias Ebit (29) bersama kawannya tergolong berbahaya sekaligus merugikan warga. Bagaimana tidak, warga Jalan Kebon Gede 1, Kecamatan Ilir Barat II membongkar gardu listrik di kawasan Makrayu milik PT PLN.

Untunglah tindakan Ebit diketahui warga, Minggu (10/03), sekitar pukul 14.00 WIB. Atas laporan pihak PLN, Ebit diciduk di kediamannya, kemarin.

Selain membekuk Ebit, polisi menyita barang bukti tas dukung warna hitam merek Adidas, sebuah gergaji, sebuah obeng, 2 buah tang, sebuah obeng, 2 buah obeng, 2 buah kunci pas, sebuah palu bogem, 8 buah scun, 12 belas buah isolator, 2 buah KWH, 2 buang rangka bodi kubikel LBS, serta sebuah cover kubikel LBS.

Menurut pihak kepolisian, penangkapan berawal dari anggota Polda Sumsel Erwin Wijaya mendapat informasi warga, adanya pencurian menyasar gardu PLN di Makrayu. Pelaku menyasar kumparan, tembaga, kabel dan besi gardu.

Atas informasi itu, anggota Polda Sumsel berkoordinasi dengan anggota Polsek IB 2 yang kemudian datang ke lokasi untuk mengecek. Setelah diintai, polisi melihat tiga orang sedang membongkar gardu listrik tersebut.

Dengan cepat polidi meminta ketiga pencuri itu untuk menyerahkan diri. Tetapi dua pelaku nekat kabur dengan memecah kaca jendela gardu PLN, menggunakan palu bogem. Sedangkan satu orang atas nama Ebit Sastra alias Ebit G yang diamankan.

“Aku ini di ajak Bambang (DPO). Terus aku ikut, Bambang sama Denan (DPO) itu yang yang bongkar. Nah aku yang angkut barang ini kadang dipikul sama pakai becak,” ungkapnya kepada Palpos.id.

Ebit kesehariannya abang becak ini, mengaku belum dapat hasil dari tindakanya itu. “Ya keburu ketahuan aku, Pak, dua kawan aku kabur. Rencananya besi itu akan dijual ke tempat rongsokan dengan sekilonya Rp 3,9 ribu,” ungkapnya.

Kapolsek Ilir Barat II Kompol Agus SH membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka pencurian gardu listrik PLN. “Untuk gardu PLN yang dibongkar pelaku di Jalan Blora, merupakan gardu penghubung PLN untuk tegangan menengah. Atas kejadian ini dirugikan senilai Rp 200 juta,” tanggapnya.

Lalu untuk kedua pelaku Bambang dan Denan yang kabur diimbau untuk menyerahkan diri. “Cepat atau lambat pelaku yang kabur ini pasti dapat. Karena itu lebih baik menyerah. Tersangka kita ganjar dengan pasal 363 KUHP ancamannya di atas 5 tahun,” tegas Kapolsek. (den)