Jalintim Palembang-Jambi Butuh Perhatian Serius

Kendaraan khususnya mobil tumplek blek dengan melaju merayap di salah satu ruas jalan lintas timur Betung-Palembang. Kondisi ini menganggu aktifitas warga pengguna jalan. foto : mal/palpos.id

Kerap Timbulkan Kemacetan Total

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kondisiruas jalan lintas timur (jalintim) Palembang-Jambi harus mendapat perhatian serius. Dikarenakan ruas jalan negara khususnya dari Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin sampai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba menjadi pusat kemacetan lalulintas.

Kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk antara pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Penyebabnya, selain badan jalan yang sempit, banyaknya kerusakan ruas jalan yang dipenuhi lubang. Ditambah lagi, kurang disiplinnya dalam mengemudikan kendaraan. Akibatnya, terjadinya antrean kendaraan yang hanya melaju dengan merayap .

Dengan kondisi itu, kendaraan pun mengular dari dua arah, dan itu makin diperparah dengan sikap oknum sopir yang mengambil jalur berlawanan lantaran tidak sabar dengan kondisi kemacetan.

Dari hasil pantauan, antrean kemacetan lalulintas dari Desa Mainan Kecamatan Sembawa sudah berkurang, sementara dari Sumbawa sampai Betung padat merayap. Hal itu disinyalir adanya kerusakan jalan di beberapa titik di wilayah Kecamatan Banyuasin III, Suak Tapeh, Lubuk Karet, Rimba Asam Kecamatan Betung. Bahkan, kerusakan makin parah dalam seminggu terakhir akibat curah hujan yang tinggi.

Dengan kondisi padatnya Jalintim, membuat Satlantas Polres Banyuasin rutin menerapkan strong poin pagi, siang maupun sore hari.

Kasatlantas Polres Banyuasin, AKP Sukiman mengharapkan, agar pejabat yang berwenang segera memperbaiki jalan yang rusak, terutama rute dari Talang Kelapa sampai Kecamatan Betung.

“Lah wajar saja mbak, macet begini, yang lewat kendaraan besar, jalan di mana-mana berlubang. Jadinya membuat perlambatan, saat harus melewati lubang-lubang. Karena memang dalam seminggu ini, lubang di Jalintim sepertinya makin banyak saja. Kemungkinan karena guyuran hujan dalam beberapa hari ini,” kata Junaidi, salah seorang pengguna kendaraan, beralamat di Desa Mainan.

Senada dikatakan Rope, pengguna kendaraan lainnya yang mengatakan, akibat kemacetan yang hampir tiap hari terjadi, membuat pengguna jalan rugi waktu. “Bayangkan saja, jika sedang puncak-puncaknya kemacetan lalulintas, dari Banyuasin hingga Palembang misalnya ditempuh dengan 4 bahkan 5 jam lebih. Kalau seperti ini tentunya mengganggu aktifitas kita lantaran harus mengantar komoditi hasil kebun. Tentu kita selaku warga dirugikan,” ujarnya.

Terkait kondisi ini, Pengamat Transportasi, Syaidina Ali mengatakan, kemacetan lalulintas yang sering terjadi di kawasan Palembang-Betung yang hampir tiap hari dikarenakan kapasitas jalan yang tidak bisa lagi menampung arus lalulintas.

“Selain itu juga karena faktor, kondisi jalan yang tidak baik (rusak,red), sehingga akibatnya aktifitas arus lalulintas juga menjadi lambat,” kata Syaidina.

Syaidina menambahkan, badan jalan yang diameter kecil juga menjadi faktor. Kondisi ini ditambah dengan perencanaan yang tidak sesuai target, sehingga menimbulkan kemacetan jalan.

“Karena kecepatan jalan tidak sesuai dengan rencana jalan sehingga semuanya ikut menurun, sehingga menurunnya kapasitas pelayanan jalan,” ujarnya.

Kedepan, dirinya berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) segera menangani kondisi jalan di Palembang-Betung. “Solusinya adalah dengan diperbaiki, diawasi kemudian dikendalikan sebelum anggaran dari pemerintah itu turun, sehingga rencana jalannya itu bisa sesuai dengan kecepatan jalannya dan dapat mengurangi tingkat kemacetan,” tambahnya.

Ia mengatakan, jika pada saat ini pemerintah sudah memberikan solusi dari kemacetan jalan tersebut dengan membangun tol, tetapi hal tersebut tetap tidak mengurangi ramainya arus lalu lintas di Palembang-Betung.

“Kalau masih dibiarkan begini, nantinya masalah politik, perekonomian, kejahatan dan masalah lainnya juga akan bermain,” pungkasnya. (mal/str)