Dua WNI Terluka Parah Pasca Penembakan

Penembakan yang terjadi di masjid Al-Noor di Christchurch yang menewaskan 49 orang.

SELANDIA BARU, PALPOS.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir menyampaikan, peristiwa penembakan di masjid di Christchurch, juga memakan korban dua warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami luka serius. Menurutnya, kedua WNI itu baru saja pindah ke Christchurch beberapa bulan lalu.

Ia mengatakan, bahwa dua korban tersebut adalah seorang keluarga Ayah dan anak. Hingga kini, kondisi keduanya berada di ICU dan anak di rawat di ruang biasa di rumah sakit yang sama, yaitu Christchurch Public Hospital.

“Dua WNI terluka. Ayah anak yang terluka saat ini dirawat Christchurch Hosptial. Ayahnya di ICU, kritis, anaknya di ruang biasa,” katanya.

Sementara itu, istri WNI bernama Zulfirman Syah tersebut, Alta Marie Sacra, mengatakan bahwa suaminya mengalami luka tembakan di sejumlah area tubuh. Paru-parunya juga dikabarkan bocor akibat tembakan.

“Saya masih belum bertemu dia (suami) karena masih di ruang operasi. Sementara itu, saya sudah bertemu anak laki-laki saya. Dia mengalami luka tembakan pada kaki dan punggungnya,” tutur Alta dalam unggahannya di Facebook.

Seorang teman Zulfirman, Erizal, mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa WNI itu dalam keadaan koma. Kabar ini ia dapat langsung dari kakak Zulfirman, Hendra Yaspita.
Saat penembakan terjadi, Zulfirman dan anaknya sedang beribadah di dalam masjid di Linwood. Anaknya juga mengalami luka, tapi sudah dapat bertemu dengan Alta.

“Saya masih belum bertemu dia (suami) karena masih di ruang operasi. Sementara itu, saya sudah bertemu anak laki-laki saya. Dia mengalami luka tembakan pada kaki dan punggungnya,” kata Alta.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, mengatakan bahwa enam WNI berada di Masjid Al Noor saat pelaku penembakan menjalankan aksinya di tempat ibadah tersebut.

Tantowi mengatakan, ia mendapatkan laporan itu dari seorang mahasiswa Indonesia yang tengah beribadah di masjid tersebut saat insiden terjadi. Mahasiswa tersebut melapor kepadanya melalui telepon.

Dia bersama dua rekannya yang juga WNI mengaku berhasil kabur dan bersembunyi di sebuah rumah warga di dekat lokasi kejadian.

“Mahasiswa itu menelepon. Dia mengabarkan bahwa dia melihat ada tiga WNI lain yang masih salat di masjid, tapi tidak tahu keadaannya sekarang,” kata Tantowi.

Menurut Arrmanatha, dua WNI yang dirawat ini bukan bagian dari enam orang tersebut. “Kami belum mendapatkan kabar soal ketiga orang yang tak bisa dihubungi itu,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, sebanyak 331 WNI tinggal di Christchurch, 134 orang di antaranya merupakan mahasiswa.

Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, Indonesia mengecam keras penembakan tersebut. Melalui pernyataan, Retno juga mengungkapkan duka cita kepada seluruh korban dan keluarga korban. (der/cnn/fin)