Herman Deru Lepas Ekspor Komoditas Pertanian

Gubernur HD berjabat tangan dengan jajaran Balai Karantina Pertanian Sumsel saat melepas ekspor komoditas pertanian, kemarin.

Kopi, Karet dan Kelapa Andalan Sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru melepas ekspor komoditas pertanian Sumatera Selatan di pelabuhan Boom Baru Palembang, kemarin. Gubernur mengajak semua unsur di Sumsel untuk terlibat dalam mengairahkan kembali ekspor produk hasil pertanian.

Mengingat daerah ini masih memiliki komoditas yang dapat jual ke luar negeri bukan saja karet, kopi dan kelapa saja. Namun pihak  Balai Karantina Pertanian Sumsel juga diharapnya proaktif dalam mempasilitasi eksportir lokal.

Dengan memberikan pelayanan yang tidak berbelit dan pengurusan perizian yang mudah. Demikian juga dengan pihak pelabuhan diharapnya memberikan kemudahan jangan sampai terjadi penumpukan terlalu lama di pelabuhan karena sesuatu yang tidak begitu penting.

“Masyarakat petani di Sumsel juga kita ajak ayo. Kita garap potensi pertanian ini dengan serius jangan tanggung.  Kalau bisa ke depan kita tidak mengekspor dalam bentuk bahan baku lagi. Tapi bagaimana kita jual produk dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk olahan. Contohnya kalau selama ini kita ekspor  kelapa bulat, ke depan kenapa kita tidak manfaatkan sabutnya untuk keset kaki atau tali kapal dan sebagainya, sehingga akan meningkatkan harga jual dan nilai tambah bagi masyarakat,” harap HD.

Lebih lanjut Gubernur menegaskan, upaya yang dilakukan pemerintah dalam lalu lintas perdagangan ekspor ini sudah dilakukan salah satunya ditandai dengan diresmikannya pelabuhan laut Tanjung Api-api, beberapa hari lalu. “Para perusahaan juga kita harapkan untuk taat aturan. NPWP harus dibuat di wilayah Sumsel. Jangan lagi di luar wilayah,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kelas I Palembang, Bambang Hesti Sosilo menegaskan, berdasarkan data diatem aplikasi Perkarantinaan pada tahun 2018 lalu. Ekspor komoditas pertanian dari Sumsel berupa karet sebanyak 249.000 ton dengan nilai Rp 3.980.767.105.600. Kelapa bulat sebanyak 129.001 ton dengan nilai Rp 245.101.901.90 dan kopi sebanyak 2.195 ton dengan nilai Rp 39.507.458.400.

Dijelaskan, untuk ekspor kali ini dengan negara  tujuan Jepang dan Filandia berupa karet dengan jumlah 1.108 ton senilai Rp 21.687.149.260 atau setara 1.55.00 USD. Sedangkan untuk komoditi  kelapa yang diekspor Sumsel sebanyak 500 ton dengan nilai Rp 1.330.000.000 atau setara 95.000 USD dengan negara tujuan Cina. Sedangkan komoditas kopi sejumlah 210 ton senilai Rp 4.224.780.000 atau setara dengan 301.770 USD dengan tujuan Inggris. (ana)