Aksi Pencuri Kabel Telkom Terekam CCTV, Viral di Medsos, Pelakunya Dipelor

Spesialis pencuri kabel Robi Saputra, pencuri kabel Telkom yang dilumpuhkan dengan timah panas. FT: den/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Setelah enam kali melakukan aksi pencurian kabel milik PT Telkom, akhirnya Robi Saputra alias Robi (30), warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Kelurahan 35 Ilir, berhasil ditangkap Tim Ladas Polsek Ilir Timur I Palembang. Lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap, Robi terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki kirinya, Selasa (27/03) malam.

Informasi kepolisian menyebut, aksi pencurian tersebut terjadi, Rabu (20/2) lalu, sekitar pukul 00.30 WIB, di Jalan Kapten Anwar Sastro tepatnya di depan Kantpr Badan Pusat Statistik (BPS). Tersangka Robi beraksi bersama Deni Saputra (telah tertangkap), Ba, Am, Wa, dan Ma, keempatnya (DPO).

Dalam aksi tersebut, tersangka Robi bertugas memanjat tiang kabel telpon dan memotongnya menggunakan tang dan pisau karter.

Selanjutnya, kabel udara (UD) warna hitam 100 pair, dengan panjang 300 meter yang berhasil dipotong tersebut, dibawa kabur oleh tersangka Deni menggunakan motor Yamaha Mio warna merah hitam.

Akibatnya, pihak PT Telkom mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek IT I Palembang.

Kapolsek IT I, Kompol Edi Rachmat SIk, membenarkan pihaknya kembali mengamankan seorang tersangka spesialis pencurian kabel ,ilik PT Telkomsel.

“Benar, pencurian kabel oleh kawanan Robi CS ini sempat viral di medsos. Karena aksi mereka sempat terekam CCTV. Pelaku terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Untuk tersangka lainnya, identitas mereka sudah kita kantongi dan dalam pengejaran petugas,” tegasnya.

Sementara, tersangka Robi mengaku, sudah enam kali melakukan pencurian kabel bersama ke lima rekannya tersebut.

“Empat kali bersama Deni, dan dua kali bersama Ba, Am, Wa, dan Ma. Deni sudah duluan ditangkap, mala mini giliran saya pak,” ucapnya meringis kesakitan.

Dia juga menyebut, kabel-kabel hasil curian tersebut, mereka jual ke penadah seharga Rp 50 ribu per kilogramnya.

“Kami jual di Tangga Buntung, aku bagian motong, sama 5 orang lagi. Uang bagian saya sudah habis untuk beli rokok dan jajan sehari-hari pak,” tandasnya. (den)