Baru 3.973 CJH Lunasi BPIH

Tampak para jemaah mengantri untuk melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Foto: Koer/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID– Dari 6.988 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan berangkat ke Tanah Suci, baru 3.973 CJH yang melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemennag) RI Wilayah Sumsel, Al Fajri melalui Kasubbag Informasi dan Humas, Syaefuddin saat diwawancarai, kemarin.

Syaefuddin mengatakan, pelunasan BPIH tahun 2019 dilaksanakan dalam dua tahap. Gelombang pertama dimulai 19 Maret sampai 15 April 2019 di BPS BPIH pukul 08.00 sampai 15.00 WIB, sementara tahap kedua pada tanggal 19 April sampai 10 Mei 2019. “Tahap kesatu diperuntukkan bagi jamaah haji yang telah lunas tahun sebelumnya namun menunda keberangkatan, serta jamaah haji yang telah memiliki nomor porsi dan masuk alokasi kuota provinsi atau kabupaten/kota tahun 1440 H/2019 M berdasarkan data Siskohat dengan ketentuan belum pernah menunaikan ibadah haji dan telah berusia 18 tahun terhitung sejak 7 Juli 2019 atau sudah menikah,” katanya.

Sementara, tahap kedua dilaksanakan apabila hingga akhir pelunasan tahap kesatu masih terdapat sisa kuota yang belum terpenuhi. “Pengisian sisa kuota dikembalikan kepada masing-masing provinsi atau kabupaten/kota dengan ketentuan urutan prioritas,” ujar Syaefuddin.

syaefuddin menjelaskan, adapun ketentuan prioritas yakni pertama jamaah haji yang telah masuk tahap kesatu atau seharusnya masuk tahap kesatu yang pada saat proses pelunasan mengalami gagal sistem. Kedua, jamaah haji yang nomor porsinya telah masuk alokasi kuota tahun 1440 H/2019 yang sudah berstatus haji. Ketiga, jamaah haji sebagai pendamping bagi lansia minimal 75 tahun yang telah melunasi di tahap kesatu terdaftar sebelum 1 Januari 2017. Keempat, jamaah haji penggabungan suami/isteri dan anak kandung/orangtua terpisah. Kelima, jamaah haji lanjut usia minimal usia 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019. “Terakhir, jamaah haji nomor porsi berikutnya berdasarkan database siskohat yang masuk daftar tunggu pada tahun 1441 H/2020 M sebanyak lima persen dari jumlah kuota provinsi dan kabupaten/kota yang berstatus belum haji,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, setelah melakukan pelunasan, jamaah haji menunggu jadwal untuk melakukan perekaman biometrik. Proses perekaman dilakukan di Pusat Informasi Haji (PIH) di Asrama Haji. Sejauh ini, baru sekitar 18,2 persen jamaah yang melakukan perekaman biometrik atau sebanyak 1.273 jamaah. Sementara yang belum melakukan perekaman sebanyak 5.715 jamaah. “Perekaman biometrik dilakukan secara terjadwal. Dipusatkan di satu tempat saja. Mengapa baru sedikit karena memang jadwalnya tidak langsung dilakukan serentak. Misal yang sudah melunasi langsung melakukan biometrik,” ungkap Syaefuddin.

syaefuddin menambahkan, perekaman biometrik yang dilakukan di dalam negeri diharapkan dapat mempermudah jamaah haji saat memasuki bandara di Arab Saudi. Sebab, mereka tidak perlu lagi antri berjam-jam di bandara Arab Saudi untuk merekam biometrik. “Data hasil perekaman biometrik akan dikirimkan ke otoritas Arab Saudi dan diselidiki lebih awal. Sehingga, jamaah tidak perlu antri lagi,” katanya.

Syaefuddin mengimbau kepada calon jamaah haji yang sudah melakukan pelunasan untuk menjaga kesehatannya. Sehingga saat pelaksanaan ibadah haji dalam kondisi fit dan mampu melaksanakan tahapan ibadah secara khusyuk. “Kami harap jamaah selalu menjaga kesehatannya. Apalagi jadwalnya, 6 Juli nanti jamaah sudah masuk ke Asrama Haji untuk melakukan pemondokan,” pungkasnya. (ANA)