Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Melinda Zidemi semasa hidup. Foto: ist

OKI, PALPOS.ID – Kedua pelaku tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 22.00 WIB, tadi malam. Hendri ditembak kedua bagian kakinya, begitu juga pelaku Nang. Keduanya tak henti-henti meringis menahan luka tembak di kedua kakinya.

Mengapa keduanya tega membunuh korban? Nang mengaku menaruh rasa cinta kepada korban. Namun, rasa cintanya itu bak bertepuk sebelah tangan. Dikarenakan korban tidak memberi respon.

Karena merasa cinta tak digubris korban inilah, lanjut Nang, dia merencanakan pemerkosaan terhadap korban. Awalnya tidak ada niat untuk membunuh korban. Hanya ingin memperkosa korban. Untuk itu, dia mengajak Hendri mencegat korban yang mengendari motor.

Terungkap, rupanya bukan hanya Nang yang suka kepada korban. Diam-diam Hendri pun merasakan hal yang sama. Maka, ketika Nang mengajak membuat ‘’perhitungan’’, Hendri tak menolak.

“Dia tetangga saya. Saya suka sama dia, tapi ditolak. Saya belum sempat memerkosanya, kami hanya pegang-pegang wilayah intim korban. Tapi saat Hendri hendak mencium, topengnya terbuka. Itulah sebabnya kami membunuhnya,” kata Nang.

Nang mengaku, baru sekitar dua minggu terakhir mengenal korban. “Baru setengah bulan kenal sama dia, kami berdua (Hendri) suka sama korban,” ungkapnya.
Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Junaidi mengatakan, motif dalam kasus pembunuhan ini adalah asmara.

“Menurut pengakuan kedua tersangka, motifnya asmara, tapi tidak kesampaian. Lalu Nang mengajak Hendri melakukan pemerkosaan kepada korban. Tapi karena korban sedang datang bulan, jadi hanya dicabuli,” jelasnya.

Ketika tersangka Hendri mencium korban, topengnya terbuka karena ditarik korban. “Karena itulah, kedua pelaku menghabisi korban,” ujarnya.

Kedua pelaku lanjut Junaidi, ditangkap di rumahnya masing-masing di Desa Sungai banung, Blok G, Divisi 4, Kecamatan Air Sugian, Kabupaten OKI, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (28/03).

Sementara itu, tim gabungan Polres OKI dan Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus ini, setelah memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian dan area tempat terakhir korban ditemukan. Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi,hingga hari kedua perkembangan kasus tersebut sudah memeriksa tempat-tempat dan saksi yang bersinggungan dengan korban sebelum dihadang oleh para pelaku.

“Kita melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi baru, ada lima orang di sekitar TKP. Semuanya sudah kita periksa, ada warga yang rumahnya berdekatan dengan TKP di sana,” katanya, kemarin.

Bahkan menurutnya, salah satu saksi ada yang sempat mengobrol dengan korban sebelum kejadian juga diperiksa untuk mendapatkan keterangan terbaru dari kasus tersebut. Sebelum dihadang oleh pelaku, ada saksi yang sempat ngobrol dengan korban. Dia termasuk dalam 5 orang saksi baru tersebut.

Untuk diketahui, salah satu saksi kunci tersebut yakni bocah berusia 9 tahun. Dia dibonceng korban sebelum peristiwa itu terjadi. Saksi sempat dibuang pelaku ke rawa-rawa sebelum akhirnya ditemukan warga. (DEN/ZON)