Iwan Silet Tertangkap Lagi

Tersangka Dedy Irawan alias Iwan Silet diamankan di Polsek Ilir Timur I, kemarin. Foto: Den/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Meski sudah pernah mendekam di penjara, tapi tak membuat jera Dedy Irawan alias Iwan Silet (40). Tukang copet kawakan ini kembali menjalankan aksinya.

Kali ini, Iwan Silet menggasak dompet milik Karmin, yang berisikan uang tunai Rp 600 ribu. Aksi Iwan Silet tersebut dilakukannya di Jalan Jenderal Sudirman bawah jembatan penyeberangan sekolah Muhammadiyah, Senin (25/03), sekitar pukul 10.30 WIB.

Dari pengakuan Iwan Silet, aksi copet tersebut untuk yang kedua kalinya. Iwan Silet mengakui pernah mendekam di bui atas kasus serupa dan menjalani hukuman 6 bulan di Lapas Pakjo pada 2012.

Iwan Silet juga mengatakan, modus yang digunakan menyilet tas korban. Entah jujur atau hanya mencari alasan pembenaran, kata dia, uangnya buat makan sehari-hari.

Siang itu, awalnya korban naik angkot jurusan KM 5. Lalu tersangka juga naik dengan posisi duduk di bangku tengah. Kemudian tersangka memepet korban. Sembari pura-pura bertanya dengan korban, tersangka menyobek saku celana sebelah kanan dengan menggunakan silet, dan mengambil uang Rp 600 ribu.

Usai beraksi, Iwan Silet turun. Dia sempat membayar ongkos angkot Rp 50 ribu. Tak pelak korban curiga, lantaran tersangka membayar ongkos angkot sebesar itu. Dengan segera korban memeriksa saku celananya. Ternyata kantong telah disobek dan uangnya hilang.

Spontan korban mengejar tersangka sembari meneriaki maling. Jeritan korban didengar warga sekitar. Alhasil, Iwan Silet kembali tertangkap. Setelah itu digelandang ke Polsek Ilir Timur I.

Kapolsek Ilir Timur I Kompol Edi Rachmat SIK menegaskan pihaknya telah mengamankan seorang resedivis pencurian dengan modus menyilet saku celana korban.

“Sebelumnya dia pernah ditangkap dengan kasus yang sama. Ini tersangka mengulang lagi saat korbannya berada di dalam angkot. Barang buki uang dan silet yang digunakan,” ungkap Kapolsek.

Atas tindakannya, Iwan Silet dijebloskan ke sel tahanan, dengan diganjar pasal 363 KUHP yang ancamanya di atas 5 tahun. (DEN)