Fitri : Buat Sampah Jadi Bernilai

Tumpukan sampah di Palembang, yang masih menjadi tugas rumah Pemerintah Kota Palembang. Foto: Koer/palpos.id

PALEMBANG,PALPOS.ID– Sebagai kota Metropolitan, Palembang tentunya memiliki permasalahan sampah yang cukup sulit dihapus. Untuk itu, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menuturkan, pemerintah Kota Palembang akan membuat sampah menjadi berharga. Sehinga masyarakat akan mendpaatkan banyak manfaat.

Untuk membangun infrastruktur atau tempat pembuagan sampah itu tidak begitu sulit, namun membangun niat masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya harus memiliki kesabaran. Namun Pemkot tidak akan menyerah, beberapa terobosan tengah dirancang untuk dapat menciptakan Palembang Emas yang bebas sampah. “Saya pribadi dan tentunya Pemkot berniat akan membuat sampah menjadi barang berharga. Dengan nilai rupiah yang dapat membantu masyarakat itu sendiri,” paparnya saat ditemui diruang kerjanya kemarin, (4/4).

Fitri menambahkan, pihaknya sangat menyambut baik adanya komunitas Eco Grean yang siap membeli sampah masyarakat. “Kita sudah pernah berjumpa dengan komunitas tersebut, ide dari komunitas itu sudah sangat kreatif. Dan saya juga snagat mendukung, dimana masyarakat dapat mengumpulkan sampah yang mereka dapatkan atau miliki dengan ditukarkan menjadi nominal uang, sehingga masyarakat bisa bertanggung jawab dan merasa memiliki smapah tersebut untuk dikumpulkan dan ditukarkan atau diserahkan kepada komunitas Eco Grean,’ terangnya.

Sebelumnya juga, lanjut Fitri adanya perda yang saat ini tengah dikaji ulang akan pelanggaran pembuangan sampah. “Tentunya ada, dengan denda dan hukuman penjara,’ tegasnya.

Fitri juga masih menyoroti sampah di sepanjang jalan Kertapati Seberang Ulu 1, Saat ini dia tengah menyusun struktur untuk pasukan Kuning yang siap bertugas memberishkan kasawan tersebut. “Saya memiliki rencana, untuk menyaring masyarakat disana menajdi pasukan kuning. Sehingga bisa lebih menjangkau dan menyentuh ke masyarakat. Dimana, nantinya petugas dapat langsung menegur warga yang membuang sampah ke pasar,” tutupnya. (HAR)