Saat Beraksi Cukup Garang, Dipelor Tekepor

Tersangka Agus dipapah anggota Hunter saat digelandang ke Mapolresta Palembang, kemarin. Foto:Zon/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID– Satu dari dua pelaku jambret jalanan di metropolis, Agus Uganda (29), warga Jalan Mandi Api, Kecamatan Sukarami, Palembang dilumpuhkan dengan tiga butir timah panas pada bagian kaki kanan oleh anggota Hunter Satreskrim Polresta Palembang.

Penyebabnya, lantaran melawan dengan mengibaskan senjata tajam jenis sangkur kepada petugas saat akan ditangkap. Sementara temannya Aldo berhasil melarikan diri dengan sepeda motor Honda Sonic, kemarin, sekitar 16.00 WIB.

Setelah mendapatkan perawatan atas luka tembak yang dialaminya, tersangka Agus berikut barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis sangkur, handphone milik korban, dan sebuah helm yang digunakan saat beraksi, dibawa ke Polresta Palembang untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Kejadian ini berawal, ketika korban bernama Rike Saputra (26), hendak mengantar pesanan Go-Food ke kawaswan Jalan Veteran sambil melihat google map melalui ponselnya. Tiba-tiba datang kedua pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Sonik, langsung merampas Hp milik korban.

“Begitu Hp saya dirampasnya, saya langsung mengejar sambil berteriak jambret. Untung waktu itu jalanan sedang macet, jadi sepeda motor korban menyenggol mobil dan terjatuh. Tapi salah satu pelaku berhasil lari bersama sepeda motornya. Sedangkan pelaku satunya dikejar massa,” jelasnya.

Apesnya, tersangka Agus terjebak di gang buntu di depan Kampus MDP Jalan Rajawali. Namun, saat akan ditangkap massa, Agus berusaha melawan dengan mengibaskan senjata tajam yang dipegangnya sambil menutup sebuah pintu terali besi yang ada di dalam gang, sehingga massa tidak berani mendekat.

Tidak lama kemudian, petugas Hunter datang dan langsung berupaya mengamankan korban. Lantaran melawan petugas dengan mengibaskan senjata tajam yang dipegangnya, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tiga butir timah panas di kaki kanannya.

Menurut pengakuan Agus, kalau dia baru saja pulang dari Sungai Lilin membawa truk, dan menemui Aldo dengan maksud minta diantar pulang.

“Aku cuma mintak anter balek pak, tapi di jalan dio merampas Hp punyo Gojek. Kami dikejar dan jatuh, dia berhasil lari pakai motor dan aku dikejar massa sampai akhirnya ditembak polisi,” katanya, meringis menahan sakit di kakinya. (ZON)