Door to Door Sosialisasi Pemilu hingga ke Talang

Petugas sosialisasi KPU Prabumulih melakukan door to door kepada masyarakat hingga pelosok untuk menyukseskan Pemilu 2019. f : istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Memasuki H-10 Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih gencar menyosialisasikan pesta demokrasi tersebut.

Berbagai cara dilakukan, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner KPU Prabumulih Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Andry Swantana ST MT mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi secara besar-besaran (masif) dengan berbagai program mulai dari ke kampus-kampus, organisasi wanita hingga melakukan event (kegiatan)  seperti pemilu run, lomba mewarnai dan tari.

“Kami door to door hingga ketalang, karena ingin masif sosialisasi ini,” ujar Andry ketika dibincangi wartawan diruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Dijelaskan pria jebolan Polteknik Negeri Sriwijaya ini, semua itu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Intinya meningkatkan partisipasi pemilih, apa konsekwensi partisipasi adalah legitimitasi pemilu kan kalau cuma 40 persen yang milih kalu legitimasi nya kurang,” ungkapnya.

Masih kata Andry, pada pemilu mendatang pihaknya menargetkan partisipasi pemilih sebesar 80 persen dari daftar pemilih tetap.

“Target nasional 77,5 persen prabumulih baru 73 persen (pada pilkada lalu) artinya ada PR berapa persen sedangkan target kita 80 persen,” bebernya.

Lebih lanjut Andry menuturkan, pihaknya agak kesulitan dalam melakukan sosialisasi didaerah yang berada didesa-desa terutama mereka yang bermukim di kebun. Pasalnya, kebanyakan penduduk yang bermukim dipinggiran terkesan tidak peduli.

“Hal ini pertama dikarenakan ketidaktahuan, ditambah lagi mereka lebih mementingkan mencari uang. Acuh tak acuh nian mereka, bayangkan saja yang diumeh. Tapi tetap kami sentuh mereka,” tandasnya.

Dikatakan Andry, jika target yang ditetapkan tidak tercapai itu artinya kerja keras KPU Prabumulih mensosialisasikan pemiludianggap gagal. “kalau kurang dari itu ya gagal, namanya juga tidak capai target,” pungkasnya sembari mengatakan pihaknya optimis dapat mencapai target. (wan)