Berbeda-beda Tetap Satu Jua

Rombongan Bupati Banyuasin mengarak tumpeng dalam Pawai Kebhinekaan di Kota Pangkalan Balai, dalam rangka cipta kondisi menjelang Pemilu 2019, kemarin. Foto: Mal/palpos.id

BANYUASIN, PALPOS.ID– MASYARAKAT Kabupaten Banyuasin diminta untuk menjaga keberagaman di Bumi Sedulang Setudung. Kalimat itu menjadi pesan yang disampaikan Bupati Banyuasin, saat Apel Kebhinekaan sekaligus pawai nasi tumpeng dalam rangka cipta kondisi menjelang Pemilu serentak 2019 di Alun-Alun Kota Pangkalan Balai, kemarin.

Bupati Banyuasin, H Askolani SH MH dalam pesan yang disampaikannya, mengatakan jika Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa yang tertulis dalam Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.  “Yang artinya, Berbeda-beda Tetap Satu Jua. Indonesia harus tetap mempertahankan kebinekaannya. Keberagaman suku, ras, budaya, bahasa dan agama. Dan itu merupakan bukti nyata bahwa Indonesia adalah negara dengan berbagai keberagaman. Namun, perbedaan itu tetap terjaga hingga saat ini. Kenapa itu bisa? Karena Pancasila bisa merangkum perbedaan itu melalui semangat Bhineka dan semangat kebinekaan masih dipupuk sampai saat ini,” beber Bupati.

Bupati juga tak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keberagaman, yang merupakan peringatan agar kita tetap menjaga toleransi. Demi terjaganya Indonesia dalam menciptakan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan beragama. Hargailah segala bentuk perbedaan demi Indonesia,” tutur Bupati.

Dalam kesempatan itu juga, digelar Pawai Nasi Tumpeng yang diarak ke Kota Pangkalan Balai. Makna dari nasi tumpeng ini, kata Bupati, sebagai bentuk keberkahan dari Allah jika setiap usaha yang dijalankan mendapatkan ridho dari Allah SWT. “Ini menunjukkan kebersamaan kita. Kita adalah satu, kita sama, walau beda pilihan, beda agama dan suka, inilah yang menjadi perekat kita dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” tegas H Askolani.

Sementara, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk juga menyampaikan pesan, bahwasanya  dirinya mengajak menyukseskan Pemilu untuk Indonesia yang baik. Tidak terpengaruh isu hoax yang memecah belah bangsa. “Mari kita junjung sikap toleransi dalam bermasyarakat dan bernegara, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kita jaga dan tingkatkan kebersamaan hingga tercipta keamanan. Tolak paham radikalisme, teroris dan sikap inteloransi yang bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat,” tandas dia. (MAL)