Banyuasin Siap Hadapi Kemarau dan Targetkan Zero Karhutbunla

Bupati Banyuasin, H Askolani menandatangani kesepakatan pencegahan Karhutbunla, Kamis (11/04). Ft: Malyadi/Palpos.id

BANYUASIN, PALPOS.ID – Antisipasi bencana kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) musim kemarau 2019, dipersiapkan secara matang oleh Pemda Banyuasin. Memastikan kesiapan, Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Kamis (11/04) mengecek kesiapsiagaan personil dan peralatan pencegahan Karhutbunla.

“Kita mengecek sejauh mana kesiapan personil dan juga peralatan. Banyuasin siap menghadapi musim kemarau. Hari ini kita tunjukkan kesiapan pemerintah bersama TNI/Polri, OPD dan perusahaan. Peralatan kita sudah cukup dan lengkap,” ungkap Bupati.

Bupati menegaskan, Pemda Banyuasin memasang target zero Karhutbunla, untuk mencapai zero tak bisa dipastikan. Namun paling tidak, bisa meminimalisir agar tidak ada peningkatan hot spot dari tahun sebelumnya.

“Keberhasilan itu tidak harus zero, tapi meminimalisasi atau mengurangi. Banyuasin telah memiliki posko di setiap kecamatan untuk meminimalisasi Karhutbunla. Ada desa peduli api dan masyarakat peduli api. Bukan hanya pemerintah yang komitmen, tetapi juga perusahaan perkebunan di Banyuasin sudah komitmen dan kompak untuk mengantisipasi sedini mungkin,” beber Askolani.

Sebagai perbandingan, tahun 2015 terdapat 15,941 hotspot, dan tahun 2016 terdapat 53 hot spot, tahun 2017 titik api terpantau 33 titik hot spot, untuk tahun 2018 terpantau sebanyak 146 titik hot spot yang tersebar di 21 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Banyuasin. Apel ini di ikuti, jajaran TNI/Polri, Basarnas, Tagana, Pol PP Damkar, Manggala Agni, Pramuka, dan masyarakat peduli kebakaran serta diikuti 54 perusahaan perkebunan.

“Tahun 2019 ini upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dilakukan Iebih dini, sejak 1 Maret 2019 telah ditetapkan status siaga darurat bencana asap Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan di Banyuasin,” pungkas Askolani. (MAL)