Pemain 363 Tersungkur Dipelor

Hendra ketika berada di RS Bari Palembang, sebelum digelandang ke Polresta Palembang. Foto: Mizon/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Seorang pemain pencurian dengan pemberatan (curat) yang menjadi buronan Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang akhirnya tertangkap.

Dia adalah, Hendra (34), warga Jalan Mayor Zen, Lorong Taruna, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni Palembang. Hendra diringkus saat sedang berada di depan lorong rumahnya, Kamis (11/04), sekitar pukul 21.30 WIB.

Sayangnya, saat akan ditangkap Hendra berusaha lari ketika melihat kedatangan polisi berpakaian preman. Terpaksa anggota Unit Pidum  mengambil tindakan tegas dan terukur dengan memuntahkan sebutir timah panas yang bersarang di kaki kirinya.

Hendra ditangkap karena telah melakukan aksi pencurian di Ruko milik Feri Kurniawan tepatnya disamping Salon Mercy Jalan Ratu Sianom, Kecamatan IT II Palembang, Selasa, 26 Maret 2019 lalu, sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam aksinya tersebut, tersangka berhasil mengambil sebuah tas di atas meja yang berisi 2 lembar STNK sepeda motor, 1 lembar KTP, SIM C, 1 unit Hp merek Strawberry dan uang tunai Rp 800 ribu.

Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang tersangka tindak pidana pencurian atas nama Hendra.

“Benar, pelaku merupakan target operasi (TO) kami. Pelaku ditangkap setelah keberadaannya kita ketahui, dan dicocokan dengan rekaman CCTV serta keterangan dari saksi-saksi di lapangan. Pelaku terpaksa kita lumpuhkan karen berusaha kabur,” tegasnya.

Menurut Yon, masih ada satu pelaku lagi yang terlibat dalam aksi pencurian bersama tersangka Hendra, dan telah masuk DPO serta identitasnya sudah dikantongi.

“Akibat perbuatannya, pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancamannya 7 tahun penjara,” tegasnya lagi.

Sementara, Hendra mengaku, kalau dia terpaksa melakukan aksi pencurian tersebut, karena butuh biaya operasi penyakit katarak ayahnya.

“Saya terpaksa, Pak, karena tidak ada pekerjaan. Sementara ayah saya harus operasi katarak. Saya mencuri tidak sendirian Pak, tapi berdua sama teman,” ucapnya menyesali perbuatannya. (ZON)