Penahanan Rommy Diperpanjang

Romahumurziy di gedung KPK, foto FIN

JAKARTA, PALPOS.ID  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut pembataran penahanan tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) atas nama Romahumurziy alias Rommy.

“Setelah dokter atau pihak RS simpulkan, tidak perlu rawat inap lagi. Pembantaran dicabut. KPK kemudian membawa RMY (Rommy) kembali ke rutan tadi malam,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/5).

Febri menyampaikan, kondisi kesehatan Romy telah telah jauh membaik. Menurut petugas di rutan, ia sudah bisa makan serta melakukan aktivitas lain secara normal.

Obat-obat yang diberikan pihak RS sudah dikonsumsi,” papar Febri.

Setelahnya, penyidik lantas bergerak cepat dengan memperpanjang penahanan Romy selama 40 hari ke depan terhitung sejak 5 Mei 2019.

“Jadi penahanan yang baru diakui secara hukum terhadap RMY (Rommy) adalah 20 hari pertama sampai dengan tanggal 5 Mei 2019. Sedangkan selama berada di RS itu tidak dihitung sebagai masa penahanan,” terang Febri.

Sementara itu, saat ditemui awak media, Rommy tak banyak bicara soal sakit yang ia derita. Ia hanya membenarkan bahwa penyidik telah memperpanjang penahanannya. “Tanya dokter saja. Ya, perpanjangan,” ucapnya singkat di Kantor KPK. (fan/riz/ful/fin)