Bandit Lintas Kabupaten Dibonus Peluru

Pelaku curas, Feri Manto diamankan di Mapolres Prabumulih. Foto: Wan/palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS. ID- Timsus Gurita Polres Prabumulih bersama Polsek Prabumulih Barat  meringkus Feri Manto (29), satu dari tiga pelaku spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) lintas kabupaten kota. Bandit satu ini  kerap beraksi di Kota Prabumulih, Baturaja dan Kabupaten Muara Enim.

Feri, warga Desa Jungai Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih itu terpaksa ditembak kaki kanannya, lantaran mencoba melarikan diri dari sergapan petugas saat menggerebek kediamannya, Senin (6/5)  malam sekitar pukul 18.00 WIB.

Informasi dihimpun, penangkapan Feri bermula dari aksi perampokan yang dilakukannya terhadap pasangan suami isteri Yahuza (43) dan Siti Khadija (45), warga Desa Lubuk Getam Kecamatan Belida Kabupaten Muara Enim dikebun karet milik Harpani di Kecamatan Prabumulih Barat, Jumat (08/2)  lalu.

Dalam aksinya, Feri beserta dua temannya DS dan SP (DPO) menembak paha kanan kaki korban Yahuza. Selanjutnya, rombongan pelaku  langsung mengambil motor milik korban yang diparkir didekat pondok, lalu kemudian kabur.

Menindaklanjuti kejadian itu, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, setelah tiga bulan melakukan penyelidikan petugas mendapatkan informasi jika Feri, salah satu pelaku tengah berada didesanya.

Tak membuang waktu, petugas langsung mendatangi tempat persembunyian perampok sadis tersebut. Namun kehadiran petugas diketahui oleh pelaku dan langsung berusaha kabur.

Melihat buruannya mencoba kabur, petugas langsung melakukan pengejaran sembari memberikan tembakan peringatan ke udara. Karena tak juga digubris, akhirnya petugas mengarahkan tembakan ke kaki pelaku hingga membuatnya tersungkur.

Guna kepentingan penyidikan, tersangka langsung digelandang ke mapolres setelah sebelumnya dibawa kerumah sakit untuk merawat luka tembak dikaki tersangka. Dihadapan petugas, Feri memgakui perbuatannya tersebut.

Bahkan Feri mengakui, jika dirinya lah yang menembak korban. “Aku nembak kaki korban, kawan aku Dadang nodong bininyo kalu Sapar dio ngawasi sekeliling,” ungkap Feri dihadapan penyidik.

Lebih lanjut Feri menuturkan, jika dirinya bersama temannya kerap beraksi di Baturaja, Muara Enim dan Kota Prabumulih. “Dari tahun 2018 sampai sekarang di Baturajo kami beraksi lima kali, di Muara Enim tiga kali,” bebernya.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH menegaskan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. “Kami masih mengejar pelaku lainnya,” kata Tito.

Lebih lanjut perwira jebolan akademi kepolisian ini menegaskan, spesialis curas tersebut dijerat Pasal 365 KUHP. “Ancaman hukumannya tujuh tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (WAN)