Guru Honorer Belum Gajian 5 Bulan

Ilustrasi Guru Honer. Foto: Istimewa/palpos.id

MURATARA, PALPOS.ID– Guru honorer jenjang SD dan SMP se Kabupaten Muratara mempertanyakan lima bulan belum gajian. Dimana sudah terhitung sejak Januari 2019 para guru honorer hingga sekarang belum mendapatkan gaji dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara.

Namun biasanya guru honorer gajian setiap tiga bulan sekarang, akan tetapi sangat disayangkan sekarang sudah lima bulan, tentunya membuat para guru honorer kelelahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, apalagi sekarang bulan puasa dan harga sembako hampir rata-rata naik. “Biasanya dibulan Maret sudah gajian, akan tetapi sekarang sudah bulan Mei belum juga ada tanda-tanda kapan kami gajian,”ujar salah satu guru honorer SMP yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dijelaskannya apalagi sekarang bulan puasa dan kebutuhan sangat banyak ditambah lagi harga sembako yang rata-rata naik pastinya sangat membutuhkan biaya. Untuk sekarang memenuhi kebutuhan sehari-hari kami meminjam uang orang lain dan bahkan mengutang di warung. “Kalau sudah gajian setidaknya bisa bayar hutang, mengingat hutang sudah banyak. Sebenarnya sudah malu ingin menambah hutang diwarung, akan tetapi mau bagaimana lagi karena kebutuhan yang mendesak,”bebernya.

Lebih lanjut ia berharap kepada pemerintah agar dapat secepatnya mengeluarkan gaji kami. “kami sangat berharap secepatnya gaji kami ditransfer, mengingat kebutuhan mendesak sangat banyak,”harapnya.

Hal yang serupa, Fy salah satu guru honorer SD menuturkan sekarang kami hanya menuntut hak dari hasil jeri paya kami, mengingat tugas dan perkejaan sudah dilaksanakan untuk memberikan ilmu kepada anak didiknya. “Disini kami hanya mempertanyakan hak kami, sebab tugas sudah dilaksanakan sedangkan hak kami belum jelas kapan gajiannya,”tanyanya.

Diceritakannya sebenarnya bukan hanya kami guru SD saja, begitu juga dengan guru honorer SMP, TK dan PU juga belum gajian. “Kami juga tidak tahu apa masalahnya kenapa sampai sekarang belum juga gajian,”pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Muratara Sukamto saat dikomfirmasi melalui via telpon tidak menjawab. (RAT)