Bagindo : Palembang Bak Gadis Cantik Tak Terurus

Sampah berserakan di salah satu titik kota, foto popa/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Palembang merupakan salah satu kota metropolis di Indonesia. Selain mempunyai tol, LRT, sejumlah mal dan hotel berbintang,  kota ini kerap menjadi tuan rumah even-even bertaraf Internasional.

‘’Tapi sayang, sekarang Palembang tidak tertata, dan diibaratkan seperti gadis cantik yang tidak terurus,’’ kata pengamat sosial dan politik Sumsel, Bagindo Togar Butar-butar,  kemarin.

Menurutnya,  melihat kondisi Palembang saat ini, maka tidak ubahnya seperti gadis cantik yang mempunyai banyak fasilitas, tetapi tidak terurus. Sehingga terkesan bau, kumuh dan tidak enak dipandang.

Dicontohkan Bagindo, taman yang ada di sepanjang LRT,  semuanya terlihat berantakan. Bukan hanya bunganya yang ditanam secara asal-asalan dengan jumlah yang sedikit, tetapi perawatan tanaman itu juga sangat buruk. Hal ini bisa dilihat dari kondisi tanaman itu saat ini.

“Saya yakin pemimpin kota ini dan pejabat- pejabatnya pasti sering ke Jakarta. Harusnya mereka bisa melihat bagaimana bunga- bunga yang ditanam di bawah LRT yang ada disana, semuanya telihat indah dan tertata. Begitu pula dengan kota-kota lain lain di tanah air, mereka juga sangat memperhatikan taman kota. Tetapi mengapa apa yang mereka lihat itu tidak menjadi perhatian, dan menjadi inisiatif untuk ditetapkan di Palembang,” ujar Bagindo sembari mempertanyakan kinerja Dinas Pertamanan dan Tata Kota yang ada.

Selain itu, Bagindo juga menyoroti tumpukan sampah yang berserak di jalan-jalan trotoar disepanjang metropolis, yang menjadi pemandangan kurang sedap setiap pagi.

“Tumpukan sampah ini tentu tidak sedap dilihat, dan sangat tidak cocok dengan nama  Palembang kota metropolis, apalagi dila dikaitkan dengan Palembang Darusalam. Harusnya masalah seperti ini segera ditangani, bukannya dibiarkan berlangsung dari hari kehari. Sehingga pembuang sampah yang sebelumnya hanya beberapa orang saja, tetapi karena tidak ada tindakan dari pemerintah, akhirnya jumlah penduduk yang buabg sampah di tepi jalan terus bertambah,” tugasnya.

Belum lagi sistem drainase perkotaan hingga hari ini belum banyak mengalami kemajuan, alias terkesan parsial perbaikannya.

“Kita tidak ingin, bila dianalogikan keberadaan Kota Palembang, bak anak muda ganteng atau gadis cindo, tapi tidak mampu berpenampilan simpati dan kurang cerdas. Apalagi bila di balik itu terkesan kurang harum juga tidak pembersih. Jadi sudah saatnya pemerintah kota memperhatikan kembali metropolis ini, apalagi sebentar lagi Idul Fitri, di mana para perantau dari berbagai daerah akan datang ke Palembang. Kan tidak enak kalau mereka melihat kondisi kota ini yang semerawut,” tukas Bagindo. (OPA)