Bulog Siapkan 215 Ton Daging

M Yusuf Salahuddin, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel saat memantau persediaan daging di lemari pendingin Bulog. Foto: Istimewa/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID– Sebagai upaya menstabilkan harga daging di pasaran, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatra Selatan dan Bangka Belitung mendatangkan sebanyak 215 ton daging.

Daging tersbeut didatangkan secara bertahap, pertama 32 ton, lalu kemarin (9/5) datang kembali 70 ton daging yang sudah tersimpan dilemari pendingin Perum Bulog. “Hari Minggu nanti, (12/6) akan didatangkan lagi sebanyak 30 ton daging. Selebihnya mendekati lebaran,” tutur M Yusuf Salahuddin, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel.

Harga yang ditetapkan pada daging kerbau beku yang diimpor dari India yakni Rp80.000 per kilogram. Akan dikiirm lebih cepat mengingat akses menuju ke Sumsel dimana harus melewati pelabuhan Merak dan Bakaheuni cukup padat menjelang Lebaran. Hanya saja pihaknya tidak bisa mendatangkan ratusan ton daging secara langsung, mengingat keterbatasan gudang dan lemari pendingin di Gudang Bulog. “Kita memang memiliki keterbatasan gudang dan mesin pendingin. Nanti rencananya kita akan menyewa gudang dan lemari pendingin di Pasar Induk Jakabaring. Kita pastikan stok daging kita aman selama Ramadan dan menjelang Lebaran nanti,” kata dia.

Yusuf menuturkan, stok 215 ton daging ini diyakini akan dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat. Apalagi, kata dia, pada tahun lalu permintaan dan kebutuhan masyarakat untuk daging ini sebanyak 150 ton dan sudah dipenuhi Perum Bulog Divre Sumsel Babel. “Tahun ini permintaan diyakini meningkat, karenanya stoknya kita tambah. Saat ini masyarakat sudah teredukasi dan sudah mengerti bahwa tidak ada perbedaan antara daging sapi segar di pasar dengan daging kerbau ini. Bahkan kualitas daging ini lebih baik,” kata dia.

Ia mengakui, kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi daging kerbau ini juga terjadi karena sosialisasi yang rutin dilakukan Perum Bulog Divre Sumsel Babel. “Kami tidak hanya menjual daging kerbau ini di pasar murah atau bazar-bazar yang kami ikuti, melainkan juga masyarakat bisa mendapatkan daging ini di gudang Bulog atau saat kita melakukan operasi pasar di kelurahan-kelurahan di Palembang dan sekitarnya,” jelasnya.

Menurut Yusuf, untuk konsumsi daging sendiri paling besar yakni di Palembang dimana dalam satu harinya konsumsi dan permintaan daging bisa mencapai 1 ton. Dan diketahui akan meningkat saat mendekati lebaran nanti. “Tugas kita menyediakan dan memastikan stok daging ada. Masyarakat tidak perlu kuatir, apalagi terkait harga. Daging sapi di pasaran bisa mencapai lebih dari Rp120.000 per kilogram saat Ramadan, dan bisa mendekati Rp150.000 jelang Lebaran. Namun daging kerbau ini terjangkau hanya Rp80.000 per kilogramnya,” tandasnya. (HAR/ANA)