Lucas Moura Warnai Drama Amsterdam ArenA

Skuat Tottenham Hotspur merayakan gol Lucas Moura ke gawang Ajax Amsterdam. Foto: uefa.com/palpos.id

AMSTERDAM, PALPOS.ID- Itulah sepak bola!. Meski bisa dicerna secara statistik, namun faktor lain kadang menentukan hasil akhir. Itu yang tersaji dalam leg kedua babak semifinal Liga Champions, yang mempertemukan tuan rumah Ajax Amsterdam dan Tottenham Hotspur, Kamis (9/5) dini hari WIB.

Duel yang mempertemukan wakil Inggris dan Belanda itu benar-benar seperti drama yang sulit ditebak endingnya. Di leg pertama di kandang Spurs pekan lalu, Ajax menang 1-0.

Lalu, drama itu tersaji di leg kedua yang tersaji di Amsterdam ArenA. Di babak pertama, tuan rumah unggul dua gol di lewat Matthijsde Ligt di menit ke 5 dan Hakim Ziyech di menit 35.

Unggul 2-0 dan agregat 3-0, seolah menegaskan bahwa Ajax lebih berhak melaju ke final untuk menantang Liverpool. Semua wajah pendukung Ajax malam itu tampak bahagia. Mereka begitu yakin, timnya akan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan

Namun drama itu akhirnya berakhir dengan kesedihan. Adalah Lucas Moura yang menjadi malaikat pencabut nyawa bagi Ajax. Penyerang asal Brasil tersebut mencetak tiga gol pada menit ke-55, ke-59 dan satu gol penentu ia cetak ketika pertandingan memasuki menit kelima injury time. Gol terakhir itu yang mengakhiri dongeng Ajax di panggung Eropa musim ini.

“Saya pikir kami layak untuk ke final, melihat cara kami bermain sepanjang turnamen ini, dan juga di babak pertama malam ini. Meski demikian, Spurs juga berhak untuk lolos dengan performa mereka di babak kedua itu,” keluh pemain Ajax Frenkie de JongDe Jong di situs resmi Liga Champions.

“Saya pikir semua orang menikmati apa yang telah kami lakukan di Liga Champions musim ini. Ini seperti sebuah dongeng. Sayangnya ini adalah dongeng dengan akhir kesedihan. Sangat mengecewakan gagal ke final di detik-detik terakhir,” tandasnya.

Dilanjutkan pula oleh De Jong bahwa ia tak mengerti kenapa rekor kandang mereka di panggung Liga Champions musim ini tak berjalan sesuai harapan. Bukan kali ini saja Ajax gagal meraih kemenangan ketika itu bermain di Johan Cruyff Arena.

Saat melawan Real Madrid di babak 16 besar, Ajax menelan kekalahan 1-2 di leg pertama sebelum membalikkan skor dengan menang 4-1 di Santiago Bernabeu pada leg kedua. Hasil yang mirip juga mereka dapatkan di perempat final.

Menghadapi Juventus di perempat final Liga Champions, Ajax hanya mampu bermain imbang 1-1 di Amsterdam ArenA pada leg pertama. Dan lagi-lagi, di leg kedua di Turin mereka membalikkan kedudukan dengan menang dengan skor 2-1. “Secara jelas ini adalah ketiga kalinya beruntun di mana kami menang di laga tandang tapi gagal mengulanginya di kandang,” sambungnya.

Tertinggal lebih dulu dua gol oleh de Amsterdamers di babak pertama, masing-masing pada menit ke-5, lewat Mathijs de Light dan Hakim Ziyech di menit ke-35, tidak lantas membuat The Lilywhites menyerah.

Di babak kedua, Spurs yang memainkan skema 4-3-2-1, dengan menempatkan Lucas Moura sebagai ujung tombak tim, mampu membalikkan keadaan yang sudah teramat genting. Moura mampu menjawab kepercayaan pelatih Maurizio Pochettino dengan aksi heroiknya.

Gol balasan di menit ke-55 laga yang dia ciptakan, sekektika membangkitkan semangat pasukan Spurs yang sudah mulai melemah. Gol itu berkat kerjasama Mauro dengan Dele Alli di alam kotak terlarang lawan.

Tuan rumah yang masih tertegun atas gol tersebut, kembali dibuat tak karuan setelah kerjasama Son Heung-min, Kieran Trippier, sempat menciptakan kemelut di depan gawang Andre Onana. Kondisi ini berhasil dimanfaatkan Moura untuk menghadirkan gol penyeimbang

Dan di saat laga akan berakhir dengan aksi drama adu penalti, pemain kelahiran Sao Paolo 26 tahun lalu itu mengakhiri perjuangan mereka dengan gol kaki kirinya. Gol itu dilesakkan di antara dua pemain Ajax, memaksimalkan umpan cerdas yang disiapkan Dele Alli untuk dieksekusi.

Skor akhir 3-3 secara agregat, otomatis meloloskan Spurs ke laga final melawan Liverpool, yang sudah terlebih dahulu mengamankan tiket ke final lewat kemenangan dramatis atas Barcelona satu malam sebelumnya. (FAN/ruf/fin/wsa)