Reshuffle Menteri Usai Lebaran

Juru bicara kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo, foto FIN/palpos.id

JAKARTA, PALPOS.ID – Isu pergantian ataupun reshuffle di jajaran menteri kabinet kerja kembali menguat.

Hal itu tidak lepas dari menyeruaknya isu-isu keterlibatnya beberapa nama menteri dalam kasus hukum yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, ada juga menteri yang lolos ke Senayan dalam kontestasi pemilihan calon legislatif.

Juru bicara kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan, reshuffle kemungkinan tidak akan dilakukan hingga lebaran mendatang. Namun untuk pasca lebaran, Johan mengaku potensi dilakukannya reshuffle cukup terbuka.

“Kalau sampai lebaran saya kira tidak ada. Saya tidak tahu setelah lebaran, kemungkinan itu bisa saja,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (8/5).

Namun, lanjut dia, bukan berarti reshuffle harus dilakukan pada Juni bulan depam.

“Definisi setelah lebaran panjang, Oktober itu setelah lebaran,” tuturnya berkilah.

Johan menjelaskan, evaluasi terhadap para menteri setiap waktu dilakukan presiden. Bukan hanya melulu terkait kinerja, presiden juga menyerap berbagai fenomena ataupun kajadian terbaru yang berkaitan dengan menteri. Salah satunya adalah tersangkut kasus hukum.

Untuk diketahui, saat ini ada tiga menteri yang dikait-kaitkan dengan kasus hukum di KPK.

Yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi terkait kasus hibah KONI, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait kasus jual beli jabatan bersama eks Ketum PPP Romahurmuziy, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kasus suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. (fan/far/ful)