Ditemukan Produk Habis Izin Edar di Transmart Palembang

Wawako Palembang didampingi Kepala Balai Besar POM di Palembang, memeriksa produk bermasalah yang ditemukan di Transmart, Kamis (9/5). Foto: Zon/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID– Produk khususnya makanan dan minuman yang dijual ke masyarakat baik oleh perorangan maupun badan usaha (supermarket atau mall, Red) harus memenuhi standar baik sesuai aturan.

Sekecil apapun itu, tidak boleh menyalahi aturan. Hal ini terkait dengan temuan inspeksi mendadak (Sidak) Pemkot Palembang dan Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) Palembang yang dipimpin langsung Wawako Palembang, Fitrianti Agustinda (Finda), Kamis (9/5).

Saat sidak untuk memantau persediaan stok dan bahan makanan kebutuhan ramadan  di Mall Transmart, Pemkot yang terdiri dari petugas Dinkes, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Sat Pol PP, dan BPOM, menemukan sejumlah produk yang masa izin edarnya sudah habis.

Produk tersebut yaitu X’Tragin Bajigur Sarabba, Serbat Wangi, Sunkis, Country Choice, Jahe Kopi dan beberapa produk lainnya. Begitu juga beberapa produk yang kemasannya rusak, yakni Teh Pucuk, Susu Cap Beruang, Susu Ultra Kotak, dan beberapa produk lainnya.

Dimana semua produk yang dijual izin edarnya sudah habis sejak 2017 namun tetap dijual. “Walaupun izin edarnya sudah habis namun masih bisa dikonsumsi, karena hanya izin edarnya yang habis, bukan kadaluarsa,” ujar Wawako Fitrianti meyakinkan pengunjung Transmart, Kamis (9/5).

Namun begitu, Wawako  tetap mengingatkan, masyarakat supaya selalu mengecek label pada produk sebelum membelinya. “Konsumen tetap harus hati-hati, cek label dan kemasannya. Kalau terdapat kejanggalan atau tidak sesuai dengan yang semestinya, jangan dibeli dan laporkan ke pihak yang berwenang,” imbuhnya.

Terkait adanya temuan ini, Fitri mengaku, akan menjadi fokus pihaknya untuk menekan produk dan makanan yang dijual khususnya di mall-mall dalam Kota Palembang. “Kami akan terus mengecek dan mendatangi mall serta pasar, agar masyarakat benar-benar merasa nyaman berbelanja terutama di bulan ramadan,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Balai Besar POM di Palembang, Harda Ningsih mengatakan,  tujuan dilakukannya  sidak untuk mengidentifikasi produk dan bahan makanan di pasar ataupun sepermarket serta memastikan stok barang selama ramadan bisa terpenuhi.

“Kita sudah dua pekan menggelar sidak di pasar beduk, dan mall baik di daerah maupun dalam Kota Palembang. Dari yang sudah lakukan sidak, terdapat beberapa produk tidak memenuhi syarat. Dari 24 sarana, ada 3 yang tidak memenuhi syarat yaitu kadaluarsa, makanan mengandung formalin, dan zat pewarna yang berbahaya bagi kesehatan tubuh,” bebernya.

Untuk temuan produk yang masa edarnya sudah berakhir namun masih dijual di Transmart, Ningsih meminta pihak mall segera melakukan retur atau memusnahkan produk-produk tersebut.

“Karena hanya masa edarnya yang habis, buka kadaluarsa, maka kita suruh pihak Transmart untuk meretur atau memusnahkan saja produk-produk tersebut,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Kesehatan Masyartakat Dinas Kesehatan Kota Palembang, Eni Hardiani menambahkan, salama bulan puasa, pihaknya juga mengecek makanan dan minuman yang dijual di pasar bedug.

“Dari hasil pendataan, kita mencatat terdapat 21 pasar bedug yang tersebar di beberapa titik dalam Kota Palembang. Oleh karena kita akan mengecek dan terus mengawasi  agar tidak ada makanan yang mengandung formalin, boraks, dan zat berbahaya lainnya,” tegasnya.

Sedangkan terkait penemuan Pemkot dan BPOM terhadap produk yang sudah habis izin edar, anggota DPRD Palembang, Lailata Ridha mengingatkan agar pihak supermarket harus melakukan evaluasi dan segera memperbarui produknya yang sudah tak memenuhi standar.

“Walaupun mungkin tak berdampak pada kesehatan namun sekecil apapun keselahan itu (sudah habis izin edar,Red) haruslah jadi perhatian dan tak boleh terjadi. Artinya, aturan dalam semua aspek harus terpenuhi sebab jangan sampai merugikan masyarakat,” tandasnya. (ZON/OBY)