LIB Wajib Lunasi Utang SFC

Skuat SFC musim lalu yang masih tertunggal gajinya. Foto: DOK SFC/palpos.id

JAKARTA, PALPOS.ID- Sponsor utama untuk Liga 1 sudah didapatkan oleh PT LIB. Salah satu perusahaan e-commerce digandeng untuk membiayai seluruh operasional kompetisi musim ini. Sisanya akan digunakan untuk membayar hutang LIB yang masih menunggak musim lalu.

Ya, LIB memang masih punya hutang kepada 18 klub Liga 1 musim lalu. Hutang yang rata-rata senilai Rp 2,5 Miliar. Yang merupakan uang subsidi khusus untuk program elite pro-academy yang dijalankan oleh klub-klub musim lalu, salah satunya utang ke Sriwijaya FC (SFC).

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama Sementara LIB Dirk Soplanit. Dia menganggal hutang seperti itu sangat wajar dalam pengelolaan sebuah korporasi. Termasuk LIB yang jadi operator kompetisi.

Tapi, meski begitu dia sudah menyampaikan kepada para pemegang saham, yaitu 18 klub kalau tunggakan itu akan diselesaikan. “Kami sudah sampaikan kemungkinan-kemungkinan penyelesaikan hutang dengan sumber-sumber revenue yang diperoleh LIB. Semua sudah sepakat kok untuk sama-sama jalan ke depan,” bebernya.

Lantas, kapan pastinya hutang tersebut akan lunas? Dirk menegaskan paling tidak sepanjang kompetisi musim ini hal tersebut akan perlahan diselesaikan. Ada periode-periodenya, tapi dia enggan untuk menjelaskan secara detail. “Tapi perlu ditegaskan kami tidak melimpahkan hutang ini pada sponsor baru ya, tapi kami mencoba mengelola revenue-nya sponsor. Pasti kami bayar secara bertahap,” tuturnya.

Selain hutang Rp2,5 miliar, LIB sendiri juga punya tanggungan sharing televisi untuk Liga 1 musim lalu. hal tersebut juga masih belum jelas dan menjadi pertanyaan para kontestan musim lalu. Sebab, hasil rating televisi pernah dijanjikan akan jadi pemasukan untuk para klub.

Dirk mengaku itu hal tersebut sedikit kuwalahan. Tapi bukannya lepas tangan, dia tetap mencoba untuk melunasinya juga. “Jumlahnya tidak sampai ratusan miliar, hanya beberapa tidak terlalu besar untuk sharing televisi. Intinya sama, kami tetap usahakan dan kami juga sudah sampaikan bagaimana kondisi PSSI saat ini, klub-klub mengerti,” bebernya.

Sementara, utang yang belum dibayarkan kepada SFC membuat sejumlah mantan pemain tim Laskar Wong Kito menggugat manajemen tim ke Pengadilan Negeri Palembang, belum lama ini lantaran belum dibayar gaji dan down payment.

Dalam pernyataan resminya, manajemen PT SOM menyatakan permohonan maaf kepada para pemain  atas belum terselesaikannya sejumlah kewajiban klub  tersebut. ‘’Namun perlu untuk diketahui, klub sudah melakukan segala upaya untuk menyelesaikannya dengan mendatangi PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI),’’  jelas sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid.

Salah satunya, klub telah meminta pencairan dana Sriwijaya FC yang masih belum diselesaikan oleh PT LIB. Kemudian klub juga meminta PT LIB untuk mentransfer langsung sisa tunggakan ke rekening masing-masing pemain. Lebih lanjut dikatakan, angka yang tertunggak di bawah Rp 2,9 M dan telah diketahui PSSI dan PT LIB. (FAN/rid/ful)