Dana Desa Belum Tepat Sasaran

Wabup Lahat bersama pendamping desa, Selasa (14/5). Foto: Ari/palpos.id

LAHAT, PALPOS.ID- Keberadaan dana desa yang terus digelontarkan ke 360 desa di Kabupaten Lahat, ternyata belum dimanfaatkan dengan baik. Wabup Lahat, H Haryanto SE MM MBA menilai, alokasi dana desa yang mencapai ratusan miliar rupiah itu, belum tepat sasaran. Pembangunan lebih banyak untuk jangka pendek.

“Desa-desa sudah penuh dengan jalan setapak, saat rusak kembali bangun jalan setapak. Heharusnya bisa berinovasi, agar tidak selalu tergantung dengan dana desa ini,” ujarnya saat membuka Rakor Tenaga Pendamping di Gedung Pertemuan Lahat, Selasa (14/5).

Haryanto juga menyoroti kinerja pendamping desa. Apalagi ada temuan dana desa di Kabupaten Lahat sama sekali tidak dikejadian oleh kades dan aparatnya. “Ada kasus tidak dilaksanakan. Dimana pendamping desa?,” tanya Haryanto.

Haryanto SE MM mengingatkan agar kades dapat mengevaluasi usai melakukan studi banding, dan melaksanakan studi banding dengan tepat sasaran. Baiknya, imbau Haryanto studi banding ke daerah yang mirip dengan kondisi Kabupaten Lahat, tapi dapat lebih maju. “Harus tepat sasaran. Kalau studi banding ke Bali kan banyak pariwisata laut, kita kan tidak punya laut, ujung-ujungnya bukan studi banding, tapi jalan-jalan,” tegasnya.

Disisi lain, Haryanto mengungkapkan, sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 dirinya mengabdi di lingkungan Pemkab Lahat. Angka kemiskinan di Lahat berada di urutan ke 2 se Sumsel. Tapi baru dua bulan menjabat sebagai Wakil Bupati Lahat, angka kemiskinan menurun di urutan ke 3. Bila dana desa digunakan tepat sasaran angka kemiskinan di lahat pasti semakin berkurang.

“Katanya sudah ada BUMDes, untuk menambah penghasilan warga. Coba kaji lagi, berapa keuntungan BUMDes itu perbulan, berapa yang didapat masyarakat. Jangan sampai BUMDes ini, sekedar dibentuk saja. Seperti untuk beli orgen tunggal, yang ada nanti hanya buat ribut saja,” tegas Haryanto. (ARI)