MOTOGP: Talenta Muda Mulai Mengancam

Marq Marquez mulai khawatir kehadiran pembalap muda di MotoGP. Foto: Istimewa/palpos.id

JEREZ, PALPOS.ID-  Gelaran MotoGP 2019 dipenuhi wajah muda. Talentanya pun luar biasa dan mengejutkan para seniornya. Dari tiga lintasan yang sudah di jalani tercatat ada tiga pembalap yang mencuat, tidak hanya meraihpole position namun mampu melibas rekortandemnya.

Francesco Bagnaia (22 tahun), Miguel Oliveira (24 tahun), Joan Mir (21 tahun) serta Fabio Quartararo (20 tahun) meramaikan ajang para wonderkid berstatus rookie tersebut.Dari keempatnya, tak pelak sosok El Diablo- sebutan Fabio Quartararo yang paling mencuri perhatian. (Selengkapnya lihat info grafis-red)

Rider asal Perancis ini dengan cepat beradaptasi dengan motor MotoGP. Meski gagal di lap 13, pembalap Yamaha Petronas SRT mampu mencetak rekor pembalap termuda dalam sejarah yang berhasil pole position.

Quartararo merebut start terdepan di usia 20 tahun 14 hari di Jerez. Ia mematahkan rekor Marc Marquez (20 tahun 62 hari). Hadirnya para pembalap muda ini dinilai Marquez sebagai hal yang wajar. Bahkan pengoleksi tujuh gelar juara tersebut tak merasa gengsi pula untuk belajar dari mereka.

Selain Quartararo, debutan Suzuki Ecstar, Joan Mir patut menjadi kuda hitan. Meski belum juga menunjukkan sinar awal musim ini, performanya tak jauh berbeda dari sang tandem, Alex Rins. Setelah melewati empat seri balapan, performanya dibilang baik bagi rider seusianya. Pencapaian terbaiknya adalah ketika pertama kali mengaspal di MotoGP 2019 di Sirkuit Losail, Qatar.

Pada balapan tersebut ia berhasil menempati posisi kedelapan dan posisi terbaiknya di empat seri MotoGP 2019. Sayangnya, ia terjatuh di Argentina dan Jerez, dan terpaksa finis ke-17 di Austin usai dijatuhi ride through penalty akibat dinyatakan melakukan jump start.

Sementara dari keempatnya yang pernah meraih gelar juara dunia Moto2 adalah Bagnaia. Tetapi dari sederetan para pembalap rookie tersebut, sejauh ini performa paling memukau didapat Quartararo yang pernah meraih pole position di MotoGP Spanyol 2019.

Melihat ancaman para rider muda, The Baby Alien-sebutan Marq Marquez- sempat dibuat ketar-ketir. Dalam wawancara bersama Motorsport Total, Marc menganggap pencapaian para rider muda terlalu berisiko. Ia juga memperingatkan, keempatnya untuk banyak belajar waspada dan cepat beradaptasi.

“Di sini (MotoGP) tanpa banyak belajar, kemungkinan untuk akan cepat dibuang sangat besar. Sepertinya sekarang filosofi dan mentalitas para pembalap muda hanyalah MotoGP, MotoGP, MotoGP, ucap pembalap Repsol Honda itu, Selasa (14/5).

Mereka datang sangat muda di MotoGP, karena banyak pembalap punya talenta bagus. Misalnya dalam kasus saya, saya datang sangat muda. Tetapi karier saya hanya jika memenangi titel, karena dengan begitu Anda siap 100 persen,” tambahnya.

Menurutnya, regenerasi dalam MotoGP sangat cepat dan dinamis. Ya, saya 26 tahun, tidak tua. Saya muda, tetapi Fabio 20 tahun. Tentu saja (Maverick) Vinales dan (Alex) Rins lebih muda dari saya. Selangkah demi selangkah saya semakin berpengalaman, namun akan datang beberapa pembalap muda.Itu hal yang wajar, pasti akan ada beberapa pembalap (muda) yang mengalahkan saya. Kami akan bertarung untuk kejuaraan,” paparnya.

Meski demikian, para rider muda masih tetap santai menghadapi para legendanya di arena balap. Seperti penuturan Joan Mir. Juara dunia Moto3 2017 proses adaptasinya sebagai debutan baru memberinya peluang untuk bersaing bersama tandemnya, Alex Rins.”Saya menghabiskan banyak waktu mengatasi masalah dan berusaha mendekati Alex. Secara umum kami punya gaya yang mirip,” tandasnya. (FAN/fin/tgr)