PKL Abaikan Himbauan Wabup

Masih Terlihat beberapa PKL yang Membandel,berjualan di depan jembatan Pulo mas. Foto : Pad/palpos.id

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID– Upaya pemerintah kabupaten Empat Lawang untuk memindahkan pedagang kaki lima (KPL) didepan jembatan Pulo Mas, secara baik-baik ternyata belum membuahkan hasil. Bukntinya, sampai sekarang para PKL masih terus berjualan di depan jembatan, bukan didalam Pulo Mass seperti yang dianjurkan.

Dari hasil pantauan Wartawan di lokasi,terlihat beberapa PKL yang masih berjualan di depan Jembatan Pulo Mas dan semakin hari semakin semerawut. Bahkan PKL pun sempat membuat lapak semi permanen, tanpa menghiraukan himbawan dari wakil walikota yang meminta mereka masuk kedalam pasar, supaya PKL tetap tertib dan berjualan Di dalam Pasar Pulo Mas.

Seperti yang dikatakan Rena, salah satu pembeli mengungkapkan, pemerintah harus bertindak tegas dalam mengatasi PKL yang masih membandel, supaya Menimbulkan Effek jerah. “Sekali kali kasih contoh. Bentuknya terserah pemerintah, apakah akan di sita dagangannyo mangko PKL jeroh. Kalu di diamkan trus contoh bae ini nah, mash banyak yang jualan di depan Jembatan pulo mas,” ungkapnya. Senin (20/5).

Ini yang di depan Jembatan Pulo mas Sambungnya, di Pasar Lorong Talang Padang  masih  banyak yang berjualan, padahal sudah di larang untuk tidak berjualan di sana dan bersatu di Dalam Pasar Pulo Mas.

“Lah bandel Galo. Di Lorong Talang Padang jugo masih banyak yang bejualan, cai itu pulo dengan di depan jembatan pulo mas masih banyak  yang jualan. Kalo cak ini, kasihan dengan PKL yang nurut anjuran pemerintah untuk jualan di dalam Pulo mas, Karena selama masih ado bae PKL yang berjualan di luar Pulo Mas, maka pedagang didalam pasar akan sepi,” katanya.

Senda yang di ungkapkan Rudi, warga setempat. Menurutnya, sebelum PKL di tertibkan pemerintah harus menyiapkan terlebih dahulu  Lapak untuk para PKL, jadi kalau PKL di paksa di pindah kan Mereka Sudah ada lapak masing masing kan lebih enak, dan kemungkinan besar mereka akan mau dipindah.

“Kalau sudah ado lapak di dalam pulo mas itu, suatu saat PKL di tertibkan mereka sudah punya lapak masing-masing. Jadi mereka tidak bakal ribut atau pun menuntut hak mereka, sedia payung sebelum hujan, percuma kalau mau usir mereka sedangkan lapak mereka belum ada pasti mereka protes,”tukasnya.(PAD).