Ilustrasi

CARACAS, PALPOS.ID – Bentrokan terjadi di sebuah penjara di barat Venezuela, Jumat (24/5). Akibatnya, sedikitnya 29 narapidana tewas dan 20 polisi luka.

Bentrokan pecah ketika pasukan khusus polisi (FAES) berusaha menyelamatkan pengunjung yang disandera oleh “pran”pemimpin tahanan di penjara kantor polisi di Acarigua.

“Pagi ini pihak berwenang mengirim FAES dan terjadi bentrokan. Para tahanan memiliki senjata, mereka menembak polisi. Rupanya mereka juga meledakkan dua granat,” kata Carlos Nieto, direktur LSM Una Ventana a la Libertad, Sabtu (25/5).

Pemimpin narapidana, Wilfredo Ramos, merupakan salah satu dari mereka yang terbunuh, menurut laporan polisi internal.

Laporan itu, yang dikutip oleh LSM, mengatakan beberapa petugas terluka akibat pecahan peluru dan bahan peledak.

“Total ada 29 tahanan yang tewas dan sekitar 20 polisi yang terluka,” kata Nieto.

Kementerian terkait tidak mau mengomentari kejadian itu, dengan menyebut penjara kantor polisi tidak di bawah kendali mereka.

Sebuah video yang dibagikan di media sosial menunjukkan, seorang narapidana -yang diyakini sebagai Ramos- dengan wajahnya sebagian tertutup, mengacungkan pistol dan apa yang tampak sebagai granat, dan mengancam dua perempuan.

“Ini kehidupan kami dan pengunjung di sini,” katanya, ketika perempuan memohon bantuan, sambil memperingatkan polisi agar tetap di luar.

“Saya siap mati,” ancam dia.

Nieto mengatakan, para tahanan menuntut makanan dan meminta dipindahkan ke penjara lain. (fan/der/afp/fin)