Turki Kalahkan Jawara Dunia

Oliver Giroud gagal mencetak gol saat menghadapi Turki di kualifikasi Piala Eropa. Foto: Istimewa/palpos.id

KONYA, PALPOS.ID- Turki tampil mengesankan di Stadion Buyuksehir di Kota Konya. Tak tanggung-tanggung, tim juara dunia, Perancis mereka permak dengan skor 2 – 0 di laga kualifikasi Piala Eropa 2020, Grup H, Minggu (9/6) dinihari WIB.

Dua gol kemenangan tim asal kawasan Eurasia itu dipersembahkan Kaan Ayhan dimenit 30 dan Cengiz Under sepuluh menit kemudian atau dimenit 40. Kemenangan ini mengantarkan Turki diperingkat pertama Grup H dengan raihan 9 poin.

Tim asuhan Senol Gunez ini tak pernah kalah di 3 laga kualifikasi. Dengan koleksi 8 gol memasukkan dan 0 kemasukan, mereka unggul dari Perancis yang di 3 laganya baru mengoleksi 6 poin.

Sebagai jawara dunia, skuad asuhan Didier Deschamps di kandang lawan membawa pemain-pemain terbaiknya. Seperti Paul Pogba, Kylian Mbappe, Oliver Giroud, hingga Antonie Griezmann.

Perancis diawal laga memang berusaha menekan pertahanan tim tuan rumah demi puncak klasemen.  Seperti di menit 19, Griezmann bisa saja dengan mudah mencetak gol.  Umpan silang ke kotak disambut oleh mantan pemain Atletico Madrid, tetapi  bola melebar dari sasaran.

Meski begitu, justru tuan rumah yang unggul di menit 30.  Gol Kaan Ayhan mampu membuat publik di stadion bergemuruh. Kesempatan pertama mereka mengambilnya dengan penuh gaya.

Pavard menjatuhkan Kenan Karaman di sisi kiri dan Cengiz Ünder mengirim tendangan bebas ke sisi jauh area penalti di mana Merih Demiral menyundulnya di depan gawang untuk rekannya di bek tengah, Kaan Ayhan. Skor 1 – 0 untuk Turki.

Di bawah Güneş, Turki tentu memiliki rasa keyakinan bahwa mereka dapat menggulingkan juara dunia, yang tidak pernah kalah sejak jatuh di Belanda di Liga Eropa pada November lalu.

Dan lagi-lagi mereka mencetak gol. Kali ini melalui aksi  Cengiz Ünder  dimenit ke 40. Dorukhan Toköz berlari di pertahanan sebelum Cengiz menyelinap  masuk di antara sejumlah pemain Perancis.

Cengiz masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencetak gol, tetapi dia melakukannya dengan luar biasa, mengambil sentuhan dan menaklukkab Lloris dengan penuh percaya diri. Skor 2 – 0 bertahan hingga turun minum.

Dibabak kedua, Perancis tahu betul jika mereka harus keluar menyerang jika ingin setidaknya menaham imbang tuan rumah yang dalam kondisi kepercayaan diri tinggi. Menit 50 Griezmann  melepaskan tembakan.

Umpan silang Coman rendah dan sentuhan pertama Griezmann membawanya menjauh dari gawang – dan pada saat ia bisa melepaskan tembakan, Hasan Ali Kaldırım ada di sana untuk menghadang.

Di menit 56, tembakan Tekdemir terkena dengan sangat baik dan lagi-lagi Lloris datang untuk menyelamatkan Prancis. Itu adalah penyelamatan besar ketiga yang dilakukan sang kapten  yang harus bekerja keras karena absennya Kante.

Di menit 86, Turki mengancam melalui  Burak Yılmaz .  Ketika Kenan Karaman melepaskan bola ke jalur Burak Yılmaz, dia masuk ke gawang, tetapi tembakannya saar menggiring bola hanya melewati tiang gawang.  Laga berakhir untuk kemenangan Turki.

Tiga kemenangan dari tiga dan tidak kebobolan satu gol pun  adalah sebuah awal yang bagus untuk  Güneş. “Tidak ada yang bisa berpendapat bahwa kami tidak pantas mendapatkan kemenangan ini – jika bukan karena Lloris, itu bisa menjadi margin kemenangan yang jauh lebih luas,” ucap Gunes dilansir laman uefa.com.

Sementara, Didier Deschamps, pelatih Perancis kepada TF1 berujar. “Ketika Anda bermain seperti itu di tingkat kolektif, tidak ada hal positif yang dapat Anda ambil dari permainan. Kami tidak melakukan pertandingan yang kami perlukan untuk melawan tim yang memainkan permainan mereka. Itu sepakbola tingkat atas dan sama apakah Anda juara dunia atau tidak,” pungkas dia. (FAN)