Habisi Dua ABG Dipicu Dendam

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti saat konferensi Pers penangkapan pelaku pembunuhan Raja dan Aldi. Foto: Rom/palpos.id

SEKAYU, PALPOS.ID- Tiga pelaku pembunuhan terhadap Raja Putra (18), dan Aldi Apriyansah (15), warga Desa Gajah Muda, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Muba, akhirnya dibekuk Tim Reskrim Polres Muba dan Polsek Babat Toman.

Ketiganya tersangkanya, Riki Martin alias Bongkeng (18), M Rafli (15), dan Virgo Ferdias Hovaldo (16), ketiganya warga Philip III, Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Muba. Motif pembunuhan terhadap kedua korban, dilatari dendam.

Kejadian bermula, Minggu (09/06), sekitar pukul 22.00 WIB, di Jalan Kebun Kelapa Sawit Philip III, Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Muba. Dimana, sebelumnya ketiga pelaku telah melakukan pertemuan sekitar pukul 19.00 WIB di warung Toni, untuk merencanakan membunuh kedua korban.

Kemudian ketiga pelaku menunggu kedua korban di pinggir jalan kebun kelapa sawit Philip III, Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat yang biasa dilewati kedua korban. Saat menunggu kedua korban, pelaku Riki alias Bongkeng telah membagikan alat kepada Rafli dan Dias, berupa 2 bilah senjata tajam jenis pisau, 1 bilah keris berukuran kecil, 1 buah tas selempang berwarna biru bertuliskan FILA, 1 buah kunci T, 2  buah sebo atau penutup wajah berwarna hijau, dan berwarna hitam gari-garis putih, dan sepucuk senjata api rakitan jenis kecepek berukur pendek. Alat tersebut telah dipersiapkan pelaku untuk melakukan pembunuhan terhadap kedua korban dan alat tersebut diakui milik pelaku  Bongkeng.

Saat kedua korban melintasi dengan sepeda motor R2 Yamaha Vega R warna merah tanpa nopol, pelaku Bongkeng langsung memukul korban Putra dengan sebilah kayu ke arah muka, hingga menyebabkan sepeda motor korban terjatuh. Saat itu, korban Putra terjepit di bawah sepeda motor, sedangkan teman korban Aldi melarikan diri. Namun, pelaku  Rafli dan Dias berhasil mengejar korban Aldi dan langsung membawanya ke tempat pelaku Bongkeng.

Setelah mereka semua bertemu di TKP, kondisi korban Putra sudah berdarah dan memar di bagian muka, kedua korban duduk berdekatan, saat itu pelaku Bongkeng menarik korban Aldi dan memarahinya.

Lalu pelaku Bongkeng langsung menembak Aldi dengan menggunakan senjata api rakitan, namun tidak mengenai korban. Setelah itu, pelaku Bongkeng menusukkan pisau kearah dada korban sebanyak dua kali, kemudian pelaku bongkeng juga menyuruh pelaku Rafli dan Diaz untuk menusukkan pisau ke tubuh kedua korban. Kedua korban ditusuk oleh pelaku Rafli dan Diaz berulang-ulang kali di bagian badannya hingga keduanya tidak sadarkan diri dan tidak bergerak.

Korban Putra mengalami luka memar di bagian muka, luka tusuk dada kiri sebanyak 5 lubang, luka tusuk lengan tangan kiri dan kanan , luka tusuk di punggung sebanyak 34 lubang. Korban Aldi menglami luka tusuk dada kiri sebanyak 4 lubang, dan luka tusuk dada kanan sebanyak 5 lubang.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwwati dalam konferensi pers mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan Polsek Babat Supat dan Tim Opsnal Polres Muba, pada Senin (10/06), sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Philip 4 Block C, Kecamatan Babat Supat, petugas berhasil menangkap pelaku M Rafli dan Riki Martin alias Bongkeng. Sedangkan pelaku Dias, telah diserahkan oleh pihak keluarganya ke Polres Muba pukul 12.00 WIB.

“Kita juga berhasil mengamankan semua barang bukti, termasuk dua unit sepeda motor. Berdasarkan pengakuan kedua tersangka yang berhasil diamankan, mereka mengakui dan membenarkan akan kejadian yang dilakukannya terhadap kedua korban yang mengakibatkan kedua korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah korban meninggal dunia ketiga pelaku menarik kedua korban kearah sungai kecil dan menutupi mayat mereka dengan pelepah sawit yang ada di sekitar tempat kejadian. Pelaku Bongkeng juga mengambil ponsel milik kedua korban, dan sepeda motor yamaha Vega ZR warna merah milik korban, lalu ketiga pelaku meninggalkan keduanya.

“Selanjutnya, ketiga pelaku berhenti di warung milik Toni, di Philip III Desa Tanjung Kerang, Babat Supat untuk membagikan barang-barang korban yang mereka rampas. Lalu mereka pergi kearah Pangkalan Balai untuk menjual sepeda motor dan handphone milik korban,” jelasnya.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 340 dan 365 KUHP ayat (4) dan atau Pasal 80 ayat (3) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan seumur hidup. (ROM)